Cegah Penularan, Pengidap HIV/AIDS Jatim Mendapat Tablet Antiretroviral

 Featured, Lainnya

Jakarta (DOC)- Jumlah pengidap HIV/ AIDS menyebar ke seluruh daerah di Jawa Timur. Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, tidak ada satu pun daerah yang terbebas dari AIDS. Hingga akhir bulan September 2012 lalu, sedikitnya 14.817 kasus penyebaran HIV/AIDS berhasil diungkap oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Timur. Sebagian dari jumlah itu mendapat tablet Antiretroviral (ARV)

“Hasil pengungkapan kasus, 5.600 diantaranya mendapatkan stok tablet Antiretroviral (ARV), obat yang wajib diminum penderita HIV/AIDS,” ungkap Sekretaris KPA Jatim Otto Bambang Wahyudi di Surabaya, Kamis (1/11).

Menurut Otto, jumlah penderita terinveksi HIV/ADIS yang berhak mendapatkan ARV tersebut merupakan hasil pemilahan yang di lakukan. Layak tidaknya orang tersbut mendapat ARV dilihat dari indikator fungsi kekebalan tubuh atau peningkatan CD4, jika di bawah 350 maka penderita harus mendapatkan ARV.

Dengan pemberian obat ARV, tambah Otto, tidak hanya membuat orang yang terinfeksi HIV tetap hidup normal dan sehat, tetapi juga terbukti manfaatnya mencegah penularan pada orang yang sehat.

“Hubungan heteroseksual masih menjadi penyebab utama, kemudian narkoba. Penularan terjadi bisa antar-hubungan perempuan dan laki-laki yang beresiko. Salah satu golongan yang beresiko tinggi tertular HIV/AIDS adalah Pekerja Seks Komersial (PSK), baik perempuan, laki-laki, waria, bahkan ibu rumah tangga,” terangnya.

Untuk mengurangi jumlah penularan kasus HIV/AIDS, kata Otto, pendidikan tentang seks yang memadai perlu dilakukan, di samping memberikan pengetahuan tentang data bagi pemuda di Indonesia guna mencegah penyebaran HIV/AIDS.

“Termasuk di antaranya memfokuskan pada laki-laki yang beresiko tinggi akibat perilaku sex yang tidak sehat,” ujarnya.

Sementara, untuk melindungi kaum ibu agar tidak ikut terinfeksi HIV/AIDS, KPA Jatim telah membuat program penanganan secara menyeluruh. Program yang dilaksanakan sasaran utamanya pada orang berisiko tinggi, seperti para suami, PSK, waria, gay, dan pecandu narkoba melalui  jarum suntik. (K-4/kbr)