Dadik Resmi Diberhentikan Dari Kursi Ketua DPC Demokrat

Surabaya,(DOC) Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Surabaya, Dadik Risdariyanto akhirnya diberhentikan oleh DPP Partai Demokrat, setelah mendapat protes dari sejumlah Pimpinan anak cabang(PAC) PD Surabaya. Keputusan pemberhentian tersebut tertuang di dalam Surat Keputusan(SK) DPP Partai Demokrat no 34/SK/DPP.PD/DPC/VIII/2014 yang berbunyi menganulir hasil Musyawarah Cabang(Muscab) DPC Partai Demokrat Surabaya beberapa waktu lalu yang memilih dan menetapkan Dadik Risdariyanto sebagai ketua DPC PD Surabaya.
“Dalam SK DPP, hanya disebutkan bahwa pergantian Ketua DPC, hanya untuk meningkatkan kinerja organisasi partai saja. Untuk pertimbangan dan alasan lainnya, hanya DPP yang tahu” terang Wakil Sekretaris DPC PD Surabaya, Dedy Prasetyo, Rabu (3/9/2014).

Sementara dalam waktu bersamaan, Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya, Suhartoyo sempat membeberkan, kemungkinan alasan pergantian Ketua DPC PD Surabaya, yaitu soal protes dari sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) yang sudah tidak mempercayai Dadik sebagai Ketua DPC PD Surabaya. Menurut Suhartoyo, selama ini, 31 Pimpinan PAC tidak pernah dianggap dan diajak konsolidasi. “Mungkin karena tidak puas, akhirnya PAC PAC ke pusat untuk meminta pergantian Ketua DPC,”jelas Suhartoyo.

Menanggapi pernyataan Dadik Risdariyanto sebelumnya yang meragukan keabsahan SK, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) ini memastikan bahwa surat keputusan DPP ini resmi dan ditanda tangani oleh Sekjen DPP PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). “Saya yakin DPP punya pertimbangan sebelum mengeluarkan SK ini,” tandasnya.

Lebih jauh, pasca turunnya SK ini, Suhartoyo mengaku akan langsung menggelar rapat koordinasi dengan kader Partai Demokrat yang menjabat sebagai anggota DPRD Surabaya.
Ia juga akan segera menerbitkan SK untuk beberapa PAC yang selama ini belum mengantonginya, selain menyiapkan kantor Sekertariatan. “Untuk masa jabatan Plt Ketua DPC, saya kurang tahu sampai kapan. Sebab hal itu tidak disebutkan di dalam SK DPP. Hanya saja Pengurus DPC yang sekarang masih menjabat, tidak ikut di berhentikan dan masih menjabat sampai ada keputusan DPP berikutnya,” pungkasnya.(r7)