Dahlan Disarankan Lapor ke Penegak Hukum

 Featured, Nasional

Dahlan Iskan saat memberikan keterangan seputar praktik pemerasan yang dilakukan sejumlah politisi senayan.

Jakarta (DOC) – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menyarankan Menteri BUMN, Dahlan Iskan untuk melaporkan temuannya mengenai sejumlah politisi yang kerap memeras Direktur BUMN ke aparat hukum. Pasalnya, ujad Mahfud, dengan apabila Dahlan tidak melapor ke penegak hukum, maka bisa dianggap melanggar kewajiban hukum.

Mahfud menilai, Dahlan mengaku mengetahui adanya tindak pidana pemerasan namun tidak segera melaporkannya ke aparat penegak hukum. Namun, yang bersangkutan justru memilih melaporkan hal tersebut ke Badan Kehormatan (BK). Padahal, ujar dia, BK lebih mengurus masalah etika, bukan masalah hukum.

”Itu melanggara melanggar kewajiban hukum. Dalam hukum, ada kewajiban hukum. Itu satu, melaporkan sesuatu yang dia ketahui tentang tindak pidana. Itu kewajiban hukum juga. Orang harus taat hukum, dan dalam taat itu tunduk pada aturan,” katanya, kemarin (6/11/2012).

Mahfud menerangkan, apabila warga negara mengetahui adanya kejahatan, maka wajib untuk melaporkannya ke aparat penegak hukum. Terlebih, kata dia, yang dikatakan Dahlan bukan merupakan delik aduan melainkan bentuk tindak pidana umum atau bahkan tindak pidana khusus.

Mahfud juga menyayangkan sikap para penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang tidak melakukan langkah aktif terhadap pernyataan Dahan Iskan.

”Seharusnya kalau Polri sudah mendengar seharusnya langsung bergerak. Ini kewajiban hukum. Kalau KPK mendengar itu wajib bergerak. Itu kewajiban hukum, tidak usah dipanggil-panggil atau dahlan harus lapor, langsung panggil saja,” katanya.

Mahfud meminta Dahlan segera membuka nama-nama anggota DPR yang diakuinya melakukan pemerasan terhadap BUMN. Dengan begitu, bisa langsung dipanggil untuk diperiksa.

“Itu kalau bicara hukum yang benar ya. Ini kok malah lucu-lucu. KPK-nya bilang menunggu laporan. Buat apa menunggu laporan, karena dia sudah mendengar. Sama dengan kita melihat ada tabrakan di depan tapi dibilang nanti dulu, menunggu laporan yang ditabrak dulu, itu tidak boleh,’’ katanya. (rol/r3)