Dahlan Iskan Damaikan Sengketa KIM dan Warga

Tidak ada komentar 189 views

Jakarta, (DOC) – Menteri BUMN Dahlan Iskan, Senin (18/11/2013), mendamaikan sengketa lahan antara PT Kawasan Industri Medan (KIM) Persero dengan sekitar 70 kepala keluarga.
“Dengan perdamaian tersebut potensi kerugian lebih dari Rp4 triliun dapat diminimalkan, termasuk menghindari kehilangan pekerjaan bagi sekitar 30.000 orang,” kata TB Silalahi, tokoh masyarakat Sumatera Utara, kepada Antara, di Jakarta, Selasa (19/11/2013).
Menurut Silalahi, sengketa yang telah berlangsung selama 15 tahun tersebut terkait lahan seluas 46,11 hektare di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
PT KIM sendiri merupakan tergugat pertama, sementara PTPN II menjadi tergugat II. Sengketa dimulai sejak tahun 1999 ini, mengakibatkan sejumlah investor dari dalam dan luar negeri menunda rencana investasi di KIM menyusul kasus sengketa lahan di kawasan industri tersebut.
Dahlan Iskan dan TB Silalahi, tokoh masyarakat Sumatera Utara yang memediasi sengketa tersebut selalu meminta pimpinan KIM untuk melakukan dialog dengan masyarakat.
“Ternyata masyarakat dapat menerima solusi yang diberikan KIM kepada masyarakat. Kita butuh pemimpin seperti Dahlan Iskan yang memiliki banyak kemampuan untuk memberikan solusi bagi masyarakat,” kata Silalahi.
Menandai telah terjadinya perdamaian, Dahlan Iskan meresmikan Masjid Al-Falah di kawasan KIM dan menandatangani prasasti perdamaian antarkedua pihak.
Terminal Peti Kemas Selain menyaksikan perdamaian antara KIM dengan 70 kepala keluarga (KK), Dahlan Iskan juga mencanangkan Proyek Pengembangan Terminal Peti Kemas Belawan paket II.
“Pencanangan ini akan meningkatkan arus keluar masuk barang sehingga memajukan kegiatan ekonomi Sumatera Utara,” ujar Dahlan.
Mantan Dirut PLN tersebut menyatakan Pencanangan Proyek Pengembangan Terminal Peti Kemas Belawan Paket II 350 meter tanpa pembiayaan luar negeri.
“Kita harus tunjukkan bahwa pembiayaan dalam negeri baik, karena bunga Bank BUMN lebih ringan dari pinjaman luar negeri,” ujar Dahlan.
Ia menambahkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia kini semakain baik, dan akan semakin banyak lagi dengan kerja sama BUMN. Dahlan mencontohkan pembangunan pembangunan Tol atas laut di Bali yang juga merupakan kerja sama antar BUMN. (we/r4)