Dalami Kasus Anas, KPK Periksa Petinggi Demokrat

Tidak ada komentar 179 views

Jakarta, (DOC) – ‎Satu per satu kader Partai Demokrat yang disinyalir mengetahui seputar kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010 diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini, giliran legislator Senayan asal PD, Max Sopacua dijadwalkan diperiksa tim penyidik lembaga superbody pimpinan Abraham Samad Cs.
Wakil Ketua (Waket) Umum DPP Partai Demokrat itu diperiksa sebagai saksi untuk Anas Urbaningrium, tersangka kasus penerimaan hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan atau proyek-proyek lainnya.
“Max Sopacua diperiksa untuk AU (Anas Urbaningrium),” kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Rabu (23/10/2013).
Diduga pemeriksaan penasehat fraksi PD di DPR itu untuk menyelidiki dugaan aliran dana Hambalang hingga Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung. Termasuk akan dikonfirmasi seputar rumor adanya voucher Rp 250 juta dari PT Adhi Karya untuk masing-masing kandidat Calon Ketua Umum yaitu Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie.
Kemarin, KPK memeriksa Marzuki Ali sebagai saksi Anas. Marzuki membenarkan bahwa dirinya selama pemeriksaan ditanyakan soal pelaksanaan Kongres Partai Demokrat.
Dalam kasus tersebut, Anas Urbaningrum ditetapkan KPK sebagai tersangka oleh KPK beberapa waktu lalu. Anas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah oleh Undang-Undang (UU) no 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
KPK menemukan dua alat bukti terkait dugaan penerimaan hadiah atau janji saat masih menjabat anggota DPR tahun 2009 lalu menyangkut proses pelaksanaan dan perencanaan pembangunan P3SON Hambalang dan proyek-proyek lainnya. Salah satu hadiah yang diduga diterima Anas adalah sebuah mobil Toyota Harrier dari perusahaan kontraktor Hambalang. Hal lain yang dibidik KPK soal aliran dana ke Kongres PD dan proyek Pusdiklat Hambalang. (co/r4)