Dana APBD 2013 Beri Perhatian pada Masalah Perkotaan

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berusaha memberikan layanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal itu bisa dicapai dengan memperhatikan beberapa elemen yang menjadi kebutuhan utama, mulai fasilitas umum, sektor kesehatan, pendidikan, hingga ketersediaan ruang terbuka hijau.
Pada 2013, pemkot memberikan perhatian penuh terhadap beberapa sektor di atas dengan alokasi dana APBD yang jelas. Untuk fasilitas umum, pemkot menaruh perhatian utama pada tujuannya dalam memperbaiki jalan, mengurai kemacetan, dan mengurangi risiko banjir.
Macet menjadi salah satu masalah kronis perkotaan besar. Tetapi, pemkot ingin meminimalkannya dengan melakukan terobosan-terobosan. Salah satunya, membuat frontage road di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, di sisi barat dan timur (ruas BRI–Siwalankerto).
Pemkot sudah mengalokasikan dana sebesar Rp8,5 miliar untuk frontage road sisi timur. Untuk frontage road di sebelah barat sudah disiapkan budget sekitar Rp6,5 miliar. Pembangunan dua ruas frontage road ini ditargetkan mampu terus mengurangi menumpuknya kendaraan di Jalan Ahmad Yani.
Usaha memperbaiki sarana prasarana jalan raya beberapa di antaranya ditujukan pada jalan akses ke Stadion Bung Tomo. Anggaran yang disiapkan untuk proyek itu sebesar Rp6,03 miliar. Nanti masyarakat bakal lebih mudah untuk keluar masuk stadion kebanggaan warga Surabaya tersebut.
Pembuatan jalan paving yang saat ini sudah berlangsung di beberapa tempat bakal lebih dipacu lagi. Hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) menyepakati anggaran sekitar Rp46,4 miliar untuk proyek itu. Diharapkan, pembuatan jalan paving tersebut lebih merata dan menyeluruh pada 2013.
Selain perbaikan jalan, antisipasi banjir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Pembangunan sejumlah box culvert di titik-titik rawan banjir pun dikebut. Beberapa di antaranya terletak di Jalan Pakis Tirtosari, Kenjeran Larangan, saluran Kebon Agung di Rungkut Pesantren, dan Sidotopo Wetan.
Tempat-tempat tersebut termasuk lokasi yang menyerap dana pembuatan box culvert terbesar. Rinciannya, Rp31,2 miliar (Kenjeran Larangan), Rp29,9 miliar (Sidotopo Wetan), Rp15,8 miliar (Pakis Tirtosari), dan Rp12,3 juta (Saluran Kebon Agung). Hal itu juga diikuti dengan pembangunan rumah pompa penanggulangan banjir PA Jambangan Rp16,5 miliar.

Siapkan Rp120 Miliar untuk Jamkesmas
Sektor penting lain yang tidak luput dari perhatian adalah kesehatan. Pemkot berkomitmen terus memberikan kemudahan kepada masyarakat miskin untuk menerima pelayanan kesehatan dengan layak. Hal itu dibuktikan dengan alokasi anggaran yang mencapai Rp120,2 miliar. Fasilitas kesehatan juga terus di-upgrade dan sudah disiapkan dana Rp39,5 miliar.
Sementara itu, perbaikan gedung, fasilitas sekolah, dan pemberian BOS (bantuan operasional sekolah) menjadi perhatian utama di sektor pendidikan. Untuk SD disediakan anggaran Rp90,4 miliar, SMP Rp43,2 miliar, dan SMA/SMK total Rp38,4 miliar. Pemkot juga memberikan BOS sebesar Rp64,3 miliar (SD/MIN), Rp43,9 miliar (SMPN/MTsN), Rp40,6 miliar (SMAN/MAN), dan Rp42,1 miliar (SMKN).
Surabaya yang semakin terkenal sebagai kota taman juga terus memperbaiki fasilitas ruang terbuka hijau. Beberapa spot yang terlihat kurang cantik terus dipoles dengan menambah eksistensi taman. Tempat baru yang akan dibangun taman adalah kawasan MERR, Ngagel, Keputih, Babat Jerawat, dan masih banyak lagi.

APBD Prorakyat
Ada paradigma berbeda yang diusung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2013. Pemkot Surabaya berani memangkas pos belanja pegawai dan memperbesar belanja pembangunan fisik kota. Artinya, APBD Surabaya 2013 bisa dipastikan prorakyat.
Plt Kabag Bina Program Eri Cahyadi mengatakan, dalam RAPBD 2013 terdapat sejumlah kenaikan anggaran di berbagai kegiatan pembangunan kota. Secara global, kekuatan ABPD meningkat menjadi sekitar Rp5,72 triliun dari APBD Surabaya 2012 sebelumnya Rp5,2 triliun. ’’Kami melakukan peningkatan belanja modal dan penurunan belanja pegawai,” tegas Eri.
Dari nota keuangan yang disampaikan pemkot, belanja langsung sebesar Rp3,580 triliun naik Rp471,4 miliar. Rinciannya, belanja pegawai Rp397,5 miliar turun 0,96 persen dari sebelumnya Rp401,7 miliar. Belanja barang dan jasa dari sebelumnya Rp1,525 triliun naik menjadi Rp1,582 triliun serta belanja modal dari Rp1,182 triliun menjadi 1,600 triliun. (r4/adv)