Dana KONI Terancam Tak Cair

Tidak ada komentar 138 views

Surabaya, (DOC) – Hearing soal belum cairnya dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya sebesar Rp 19,5 miliar kembali dilanjutkan. Dalam dengar pendapat kali ini, terkuak bila belum cairnya anggaran untuk KONI lantaran ada mekanisme yang dilewati dalam proses pencairan anggaran tersebut.

Perwakilan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Surabaya, Daruda menyatakan, untuk pencairan anggaran KONI ada beberapa tahapan. Pertama Komite olaharga nasioanl indonesia Surabaya, harus membuat rincian terkait program yang akan diagendakan.

Setelah itu, baru dirapatkan oleh tim satuan tiga yang terdiri dari Dispenda, Bina Program serta Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) dengan Dinas Pemuda dan Olahaga (Dispora).

“Hingga saat ini rapat antara tim satuan tiga dengan dispora belum dilakukan. Itu yang membuat anggarnya tidak bisa cair,” terang Daruda, saat hearing di ruang Komisi D DPRD Surabaya, Kamis (7/3/2013).

Sementara perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Wawan, mengaku tidak tahu menahu alasan belum dibahasnya surat tertanggal 7 Januari tahun 2013 itu. Menurutnya, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Bappeko hanyalah membuat program prihal perencanaan insfrakstruktur di Surabaya.

“Memang kendalanya ada diperincian yang diberikan KONI yang belum dibahas,” cetus Wawan.

Menyikapi keterangan yang diberikan dua pejabt pemkot tersebut, Ketua Komisi D (pendidikan dan kesra) DPRD Surabaya, Baktiono meminta agar Dispora beserta segera merapatkan dengan tim satuan tiga.

“Dalam minggu ini rapat itu harus segera digelar. Biar anggaranya lekas cair,” tegas Baktiono.

Menurut Baktiono, anggaran hibah untuk KONI memang harus segera difikirkan. Dikhawatirkan jika kondisi semacam ini terus berlaut-larut, akan berpengaruh pada persiapak Kota Surabaya, dalam menghadapi persiapan Pekan Olahraga Propinsi (Porprof) yang sebentar lagi bakal digelar.

“Prestasi Surabaya dalam ajang tersebut cukup membanggakan. Makanya sangat disayangkan bila prestasi Surabaya harus turun hanya gara gara terkendala masalah dana,” ingat Legislator asal PDIP Surabaya ini.

Lebih jauh, Baktiono juga meminta agar pencairan dana tidak menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) seperti wacana yang sebelumnya berkembang. Sebab jika hal itu benar dilakukan, Kota Surabaya sendiri yang akan dirugikan.

“Jika pola semacam ini terus dilanjutkan, saya percaya prestasi dunia olehraga Surabaya akan merosot,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua KONI Surabaya, Sunardi menegaskan, belum cairnya dana hibah sebesar Rp 19, 5 miliar tersebut akan mengacaukan agenda yang telah dibuat KONI. Padahal, berdasarkan hitungan matematis yang telah dibuat KONI, sebenarnya dana sebesar itu masih jauh dari kata cukup.

“Kalau berdasarkan hitungan kami (KONI, red) untuk menghidupi 42 cabor setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 34 miliar,” ungkapnya.

Kendati demikian, Sunardi mengaku pihaknya tidak pernah mempermasalahkan minimnya dana yang diterima dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya. Namun yang membuatnya gerah, alokasi anggaran sebesar Rp 19,5 miliar itu baru akan dicairkan saat Perubahan Angggaran Keuangan (PAK) pertengahan tahun ini.

“Kalau pertengahan tahun cairnya ya percuma. Sebab untuk persiapan Porprof KONI Surabaya juga memerlukan anggaran,” ingat Sunardi.

Menurutnya, dalam satu tahun sebenarnya pihaknya telah memiliki berbagai even kegiatan yang telah diagendakan. Mulai puslatcab, piala walikota serta kejuaraan yang digelar KONI Surabaya.

“(Anggaran) Puslatcab hilang, kegiatan Piala Wlaikota dan cabor lain hilang, yang ada hanya hadiahnya saja” sesal Sunardi kala itu.(k1/r4)