Dana Kunker Untuk Tabungan Kampanye

Tidak ada komentar 127 views

Surabaya, (DOC) – Kunjungan kerja anggota DPRD Surabaya yang jika dilakukan seluruh anggota dewan setiap minggu secara berjamaah dan total menghabiskan dana Rp960 juta per bulan, diduga jadi tabungan dewan. Artinya, dana yang diperoleh masing-masing anggota itu cukup untuk menjadi bekal pembiayaan kampanye, dalam hal ini untuk pengadaan alat peraganya.
Dikonfirmasi wartawan, Ketua DPRD Surabaya Mochammad Machmud dengan bercanda mengatakan, kalau dana yang tersisa dari masing-masing anggota dewan yang mengikuti kunker dibelikan baliho, tentu tak masalah. Secara garis besar, Machmud mengakui kalau anggaran kunker dalam sehari untuk masing-masing anggota dewan itu bisa mencapai Rp1,6 juta. Informasinya, masih ada anggaran tambahan sehingga dalam sekali kunker, anggota dewan bisa mendapat Rp2 jutaan. Namun menurut dia, anggaran itu sudah termasuk dana akomodasi dan trasportasi.
“Dulu anggaran untuk makan dalam sehari mencapai Rp50 ribu, tapi saat kita di hotel buka kulkas di kamar, harga minuman dingin sangat mahal. Kini uang makan untuk kunker itu mencapai Rp350 ribu perhari. Tapi kita sudah berhasil memangkas anggaran kunker yang totalnya mencapai Rp60 miliar, kini jadi setengahnya. Kita efesiensikan anggarannya agar anggaran untuk masyarakat lebih besar. Tapi ada saja yang tak suka dengan hal itu,” ujar Machmud.
Sementara terkait sisa dana itu bisa digunakan anggota dewan secara bebas, sudah bukan tanggung jawab institusi itu lagi. Dana sisa itu merupakan sisa uang saku anggota dewan yang mengikuti kunker.
Dilihat dari masa kerja anggota dewan ini, hanya tersisa beberapa bulan saja atau tersisa 7 bulan, setelah itu anggota dewan menghadapi Pileg 2014. Selama 7 bulan itulah, waktu efektif untuk kampanye Pileg 2014. Sementara, intensitas kunjungan kerja di dewan ini sudah sangat meningkat. Hampir setiap minggu kunker itu dilakukan anggota dewan. Ada dugaan, intensitas kunker yang meningkat itu tentu terkait upaya anggota dewan untuk mencari dana tambahan kampanyenya.
“Kami tidak mengobral jatah kunker. Kunker itu diperbolehkan dan harus dipertanggungjawabkan. Lagi pula itu bukan korupsi,” bantah Machmud.
Namun saat ditanya gedung dewan selalu kosong seiring adanya kunker anggota dewan, Machmud menegaskan jika dirinya sudah menugaskan pada dua komisi agar tak kunker. Maksudnya, jika dalam seminggu ada dua komisi yang kunker, maka dua komisi harus standby di dewan. Nyatanya perintah Machmud tak berlaku. (co/r4)