Delapan Balita Di Surabaya Terinfeksi HIV-AIDS

Tidak ada komentar 140 views

Surabaya – Pemkot Surabaya melibatkan sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD)  dalam mencegah dan menanggulangi penyakit HIV-AIDS. Kepala Dinas kesehatan Kota Surabaya , Esti Martiana, Jumat (25/1/2013) upaya tersebut dilakukan, karena jumlah penderita HIV-AIDS di Surabaya cukup besar. Bahkan menempati peringkat pertama di Jawa timur.

“Jumlahnya sekitar 5.575 penderita, sekitar sekitar 88 persen dari estimasi pemerintah pusat 6.147 orang”, ujarnya.

Esti mengibaratkan, jumlah penderita HIV-AIDS di Surabaya seperti fenomena gubung es. Namun  Jumlah penderita yang akhirnya terkuak cukup  besar. Untuk mengungkapnya, Dinas Kesehatan intens melakukan penyuluhan ke seluruh wilayah dan menyediakan tempat volunteer, konseling dan tes HIV.

“Tempat tes HIV kita ada 15 tempat” paparnya

Kadinkes menegaskan, untuk mencegah penularan , pihaknya akan mendampingi sejumlah penderita HIV-AIDS. Dari hasil deteksi Dinas kesehatan, saat ini tercatat sebanyak 8 balita yang terinfeksi penyakit HIV-AIDS. Jumlah tersebut bertambah dari jumlah penderita di tahun 2011  yang hanya 3 anak balita.

“Tahun ini ada 8 balita (terinfeksi), tahun lalu 3 (balita) sebut Esti

Untuk mengantisipasi  penularan penyakit mematikan dari ibu hamil, dinas kesehatan mempunyai program prevention mother to child (pencegahan dari Ibu ke Anak).

Dari data Dinas kesehatan, jumlah penderita HIV-AIDS paling banyak berlatarbelakang wiraswasta, 222 orang, kemudian  ibu rumah tangga 222 orang serta Pekerja Seks Komersial (PSK) sebanyak 161 orang .  esti martiana mengharapkan, melalui raperda HIV-AIDs, pencegahan penyakit bisa dilakukan di sekolah-sekolah.

“ Sslama ini penanggulangan tugas Dinas Kesehatan,  kita harap dalam perda ada payung pencegahan. Kami usulkan masuk kurikulum “ harapnya.

Minimal, pendidikan tentang HIV-AIDS masuk dalam kurikulum di tingkat SMP. Ia memperkirakan, pencegahan lebih efektif jika diatur dalam perda. Selama ini, penyuluhan ke sekolah-sekolah masih bersifat sporadic. (K-4)