Delegasi APEC 2013 Akan diSuguhi Wisata Kuliner Tunjungan Street

SURABAYA, (DOC) – Seiring dengan pelaksanaan pertemuan Asia Pasific Economic Coorperation (APEC) 2013 yang diselenggarakan di Kota Surabaya sejak Minggu (07/04/2013) lalu, Pemkot Surabaya akan menyulap Jalan Tunjungan menjadi destinasi wisata kuliner dan handicraft.
Kegiatan ini diberi nama Tunjungan Street, yang rencananya akan digelar mulai Minggu (14/04/2013) lusa.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, mengatakan, kegiatan Tunjungan Street ini baru pertama kali diadakan di Kota Pahlawan. Konsepnya, di sepanjang Jalan Tunjungan nantinya bakal diisi oleh stan-stan kuliner khas Surabaya, aneka makanan rakyat dan juga stan handicraft. Ada juga performance live music. Ruas jalan yang melegenda ini juga akan didekorasi sedemikian rupa. Selain diperuntukkan bagi delegasi APEC yang berasal dari 21 negara, warga Kota Surabaya dan sekitarnya juga bisa ikut menikmati kegiatan Tunjungan Street ini.
“Tunjungan Street digelar Minggu nanti dari jam 5 sore (17.00 WIB) hingga jam 10 (22.00 WIB) malam. Acara ini memang ditujukan untuk delegasi APEC yang hadir di Surabaya. Namun, bagi warga Surabaya yang ingin datang juga dipersilahkan,” ujar Wiwiek, Rabu (10/4).
Di event Tunjungan Street nanti, akan ada sejumlah stan kuliner khas Surabaya yang berjajar di Jalan Tunjungan. Mulai dari Lontong Balap, Rujak Cingur, Rawon, hingga Semanggi Suroboyo. Tak ketinggalan, aneka minuman seperti sinom, beras kencur, sirup rosela, es sarang burung, serta sejumlah minuman dan camilan lainnya. Menurut Wiwiek, stan kuliner akan diisi oleh asosiasi restoran dan juga rumah makan. Sementara stan handicraft dan makanan rakyat diisi oleh UKM binaan dari Dinas Koperasi dan UKM.
Karena semua stan kuliner, makanan rakyat dan handicraft akan ditempatkan di sepanjang Jalan Tunjungan, maka ruas jalan legendaris tersebut akan ditutup. “Nantinya, jalan Tunjungan dari mulai SIOLA hingga pertigaan Genteng, akan ditutup. Hari ini kita akan rapatkan dengan dinas dan instansi terkait. Intinya, Pemkot terus berupaya menghidupkan ikon Jalan Tunjungan,” imbuh Wiwiek.
Pemkot Surabaya sebelumnya sudah menggelar sejumlah kegiatan untuk menghidupkan Jalan Tunjungan sebagai ikon Kota Surabaya. Diantaranya dengan menggelar Car Free Day (CFD) atau hari tanpa kendaraan bermotor di sana. Tak hanya itu, Pemkot juga menggelar Festival Makanan Rakyat (FMR) di Jl. Tanjung Anom, yang juga termasuk kawasan Tunjungan. Pada peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-719 pada tahun 2012 lalu, Pemkot menggelar kegiatan ‘Ayo Mlaku-mlaku Nang Tunjungan’ mulai pukul 12.00-22.00 WIB.
Terpisah, Kabag Humas Pemkot Surabaya, Nanis Chairani menyatakan, tujuan diadakannya event semacam ini adalah untuk membangun image kawasan Tunjungan. Dia menuturkan, saat ini Pemkot memang tengah berupaya mengembalikan kejayaan Tunjungan. “Agar Jalan Tunjungan tidak hanya dikenal sebatas lewat syair lagu saja, karena itu harus benar-benar dioptimalkan,” ujarnya.(R7)