Demokrasi Di Jatim Telah Luntur

Tidak ada komentar 65 views

Surabaya,(DOC) – Dukungan PKB terhadap pencalonan Khofifah Indar Parawansa sebagai Calon Gubernur Jawa Timur sudah dapat dipastikan, pasca keluarnya rekomendasi dari DPP PKB.
Kini tinggal penggalangan dukungan dari masyarakat Jawa Timur terutama kaum Nahdliyin.
Sementara saat di tanya, Khofifah menegaskan, jika dirinya di Jatim siap bertarung dengan metode kapal selam. “Januari saya rakit perahu, Pebruari siapkan membuat skoci, Maret siapkan metode kapal selam, ini selalu ada pihak yang ingin memutus saya. Saya katakan saya siap maju di Pilgub Jatim karena selama ini banyak yang mengatakan saya tidak siap,” kata Khofifah.
Dia juga mengatakan, sampai saat ini, dukungan terhadap dirinya sudah mencapai 17,1 persen. Yang disyaratkan hanya 15 persen, dan saat ini sudah melebihi syarat dukungan tersebut. Namun gerakan memotong dukungan terhadap dirinya sangat besar. Sampai saat ini, masih banyak pihak yang tak ingin Khofifah maju di Pilgub Jatim.
Khofifah meminta agar bukalah kran demokrasi, jangan ditutup kran itu di Jatim? Apakah dengan membeli semua partai ada keinginan untuk menang tanpa saingan? Kata Khofifah, bukalah kompetisi agar Pilgub Jatim 2013 sehat.
Pilgub itu bukan tujuan kita tapi Pilgub itu untuk menata miqod NU ke depan agar semakin besar. Harapannya dukungan ini menguat sehingga kemenangan ini kemenangannya NU, bukan Khofifah secara pribadi.
Indeks demokrasi Jatim ini paling kecil, sayangnya tak ada pihak yang mempublish-nya. Tapi yang dibesarkan-besarkan media hanya masalah dukungan dan menyatakan Khofifah tak siap maju.
“Kita memiliki kekuatan luar biasa. Incumbent memiliki dana besar, kenapa harus takut dengan Khofifah yang seorang diri. Starting point saya adalah harus membedakan pertarungan dan bunuh diri. Saya ini tidak bunuh diri, maju dalam Pilgub mendatang,” tegas Khofifah.
Khofifah juga mencari calon wakil. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi seperti kapasitas, elektabilitas dan lainnya.(R7)