Dewan Bagi-Bagi Takzil, Walikota Surabaya Tertarik Ikut

Surabaya (DOC) – Selama Ramadhan, DPRD Surabaya membagi-bagikan takzil gratis kepada masyarakat. Ketua DPRD Surabaya M. Mahmud mengatakan, kegiatan yang pertama kalinya diselenggarakan itu selain menjadikan gedung DPRD sebagai gedung rakyat, juga sebagai kegiatan ibadah dalam bulan puasa.

“Ini pertama dalam sejarah, saya ingin menjadikan gedung dewan benar-bener gedung rakyat” ujarnya.

Menjelang buka puasa, di depan gedung DPRD sejumlah petugas Pamdal dan setwan membagi-bagikan 500 takzil berupa kurma, biskuit dan minuman. Kegiatan serupa menurut Anggota Fraksi Partai Demokrat ini juga dilaksanakan di 20 perempatan jalan.

“Di tempat lain sekitar 20 perempatan juga dilakukan kegiatan bagi-bagi takzil’ kata mantan wartawan ini.

Di sejumlah perempatan tersebut, didistribusikan ke para pengguna jalan sekitar 200 – 225 takzil. Mahmud menegaskan, takzil gratis tersebut tidak menggunakan dana APBD kota Surabaya.

“Tidak ada APBD, satu sen pun. Ini sumbangan dari dewan, setwand an pengusaha’ ungkapnya.

Dalam beberapa hari puasa ini, pembagian takzil di depan gedung dewan maupun sejumlah perempatan mendapatkan perhatian masyarakat.

“Animo masyarakat besar, tdiak sampai 15 menit sudah ludes” papar Mahmud.

Khabarnya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini tertarik dengan kegiatan bagi-bagi takzil yang digagas kalangan dewan. Walikota rencananya akan ambil bagian dalam kegiatan bagi-bagi takzil tersebut.

“Bu walikota dukung dan minta waktu untuk ikut bagi-bagi takzil” kata Ketua DPRD Surabaya.

Kegiatan sosial dalam bulan Ramdhan ini tidak hanya berupa bagi-bagi takzil. Mahmud mengatakan, kalangan dewan juga berencana menyelenggarakan buka bersama dan memberikan bantuan kepada anak yatim piatu.

“Nuzulul Qur’an, kita memberikn bantuan kepada anak yatim sambil buka puasa bersama” terangnya.

Bantuan yang diberikan kepada anak yatim tidak berupa uang. Namun menurut M. Mahmud, apabila ada donatur yang berniat memberikan sumbangan uang, yang bersangkutan diminta memberikan sendiri kepada anak yatim.

“jika ada yang membagi uang, silahkan dibagi sendiri. Kita hanya mengkoordinir saja” tuturnya.

Jika bagi-bagi takzil akan diagendakan rutin tiap bulan ramadhan, bantuan sosial kepada anak yatim piatu akan dilaksanakan tiap bulan sekali. (K-4)