Dewan Desak Pemerintah Lebih Perhatikan Pencak Silat

Surabaya (DOC) – Anggota Komisi E DPRD Jatim Yayuk Padmi Rahayu menuturkan, saat ini bela diri asing terus bermunculan. Bahkan negara asal bela diri asing tersebut mendanai besar-besaran hingga mengirimkan pelatih-pelatih handalnya ke Indonesia untuk menarik minat masyarakat mengikuti bela diri asing. Hasilnya, banyak orang tertarik dan banyak yang mengikuti.

“Di sisi lain pencak silat tradisional semakin dilupakan. Sangat sedikit masyarakat yang tertarik mengikuti pencak silat. Hal itu terjadi dikarenakan minimnya perhatian dari pemerintah untuk mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan perguruan-perguruan pencak silat, sehingga semua perguruan hidup enggan, mati pun tak mau,” ungkap mantan atlet PON cabang olah raga pencak silat tahun 1977 ini, Jumat (23/3/2018).

Perempuan yang juga Sekjen Perguruan Silat Nasional Perisai Putih ini mengatakan, semua perguruan pencak silat selama ini hidup mandiri.

“Tidak pernah sepeserpun mendapatkan bantuan dari pemerintah. Bahkan jika mengikuti pertandingan yang harus bayar, perguruan harus urunan sendiri. Jika ini terus terjadi, maka secara otomatis pencak silat tradisional akan tergilas dengan bela diri asing,” kata Ketua Bidang Seni Budaya Pengurus Besar Ikatan Pecak Silat Indonesia (PB IPSI) ini.

“Untuk terus mempertahankan pencak silat tradisional, maka Perguruan Silat Nasional Perisai Putih akan menggelar Festival seni pencak silat tradisi nusantara dengan tema festival seni pencak silat tradisi kita tanamkan nilai-nilai budi pekerti sebagai pembentukan watak dan karakter bangsa,” tambah Vice President World Martial Arts Union yang berpusat di Korea ini.

Acara tersebut digelar untuk mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan pencak silat sekaligus agar masyarakat tahu pencak silat tidak sekedar latihan bela diri, tapi juga terdapat 4 aspek yakni seni, bela diri, olahraga, mental spiritual.

Perempuan yang juga Dewan Pendekar Nasional PSN Perisai putih ini mengatakan, ke depan harusnya masyarakat ini tidak asal tertarik dengan bela diri asing dikarenakan tidak mengajarkan nilai moral budi pekerti dan kebangsaan.

Dengan mengikuti pencak silat tradisional, calon generasi bangsa tidak sekedar memiliki nilai-nilai budi pekerti. Namun juga mampu menjadi calon pemimpin bangsa yang tidak hanya kuat dan tangguh, serta memiliki bekal moral dan budi pekerti yang mumpuni dan berintegritas.

“Diharapkan ke depan pemerintah memberikan perhatian kepada perguruan pencak silat agar bisa bertahan dan berkembang dengan baik. Pemerintah juga gencar dalam mensosialisasikan pencak silat dengan rutin menggelar kejuaraan di setiap kabupaten/kota agar pencak sikat tradisional semakin diminati dan dicintai masyarakat,” pinta dia. (bah)