Dewan Dukung Polda Usut Dana ADEKSI 2010

Tidak ada komentar 188 views

Surabaya,(DOC) – Kasus dana Asosiasi Dewan Kota Se Indonesia(ADEKSI) DPRD kota Surabaya yang tengah diusut Polda Jatim mendapat tanggapan kalangan dewan.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Erick Tahalele,Senin (30/9/2013) mengakui, dana kegiatan ADEKSI DPRD Seluruh Indonesia, pada bulan Mei 2010 yang berasal dari DPRD Surabaya terdapat double account dari 3 sumber yang berbeda diantaranya berasal dari iuran anggota, dana APBD dan hibah Pemkot Surabaya.

“ Setiap anggota ADEKSI kena iuran, ditemukan juga dibayar APBD” ujarnya.

Dana APBD kota yang digelontorkan untuk kegiatan ADEKSI sekitar 50 juta rupiah per tahun. Sedangkan, dalam kegiatan ADEKSI masing-masing anggota DPRD dikenai iuran sebesar Rp. 4.5 juta rupiah.
“Saat pelaksanaan kita iuran Rp. 4,5 juta, dan itu se-Indonesia” paparnya.

Sementara, hibah yang diberikan Pemkot Surabaya nilainya mencapai Rp. 250 juta rupiah. Namun, anggota Fraksi Partai Golkar ini tidak mengetahui siapa yang mengajukan permohonan hibah. “Persoalannya yang mengajukan dana hibah itu siapa.” Tanya Erick

Semestinya, menurut Erick dalam pencairan dana hibah harus didahului dengan permohonan terlebih dahulu. “Tidak ada rapat di DPRD. Harusnya ada pengajuan dan diverifikasi” jelasnya

Ia mengakui, untuk kegiatan rapat kerja nasional ADEKSI dimana saat itu Ketua ADEKSI dijabat Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana telah dibentuk kepanitiaan. Saat itu, Ketua Panitia dijabat oleh Sachiroel Alim dan Bendaharanya adalah Kartika Damayanti.
Ia mengatakan, bahwa sebagian besar pengurus Panitia di dominasi oleh anggota Fraksi Demokrat. Namun Erick malah menilai panitia ADEKSI tidak terlibat dengan masalah manipulasi dana ADEKSI. “Panitia menurut saya tidak ada persoalan” tuturnya.

Sepengetahuan Erick dana ADEKSI yang berasal dari Pemerintah kota Surabaya diserahkan semua ke mantan ketua DPRD Surabaya, Wisnu Wardhana. Namun pihaknya tidak pernah mendapat penjelasan atas penggunaan dana itu. “Setahu saya semua diserahkan ke WW” katanya.

Erick tidak keberatan jika pihak Polda Jatim kini melakukan pengusutan atas penggunaan dana ADEKSI tersebut. Malah dirinya menganggap langkah Polda ini cukup baik untuk mengungkap kebenarannya, sekaligus meredam kecuriagaan antar sesama anggota dewan. “Gak apa-apa diusut Polda, resiko pekerjaan harus kita terima. Supaya ada pembenaran dan bukan hanya opini yang berkembang” pungkasnya.(k4/r7).