Dewan Harus Terlibat Mengkaji Pembangunan AMC

Tidak ada komentar 161 views

Surabaya,(DOC) – Rencana pembangunan proyek angkutan massal cepat(AMC) yang digagas oleh Pemkot Surabaya dan PT Kereta Api Indonesia(KAI) ternyata hingga detik ini tak melibatkan DPRD kota Surabaya. Bahkan sosialisasi terkait proyek tersebut, belum pernah disampaikan ke para anggota perwakilan rakyat Surabaya.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Surabaya, Ir. Armuji meminta Pemkot untuk memberikan laporan rencana pembangunan proyek AMC, karena menyangkut masyarakat Surabaya sebagai pengguna jasa angkutan massal.

Politisi asal fraksi PDI-P ini mengingatkan pihak terkait atas pentingnya kajian dan persetujuan dari lembaga legeslative. Bila perlu study kelayakan segera dilakukan secara bersama-sama dengan pihak dewan agar tidak menuai protes dari masyarakat.

“Kita sama sekali belum tahu tentang pembangunan AMC ini. Entah itu dari investor atau dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Kita hanya menerima informasinya saja, tapi kita belum tahu pastinya gimana proses pembangunan itu nantinya kami belum tahu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Selain kontrol anggaran dan kinerja eksekutif, fungsi legeslatif yaitu menjadi kepanjangan tangan masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya. Untuk itu Pemkot tidak perlu merahasiakan proyek AMC ini.

“Masak ditanya masyarakat kami tidak mampu menjawab. Makanya saya menghimbau kepada pemerintah kota, agar pemkot melakukan sosialisasi supaya kami tahu bagaimana prosesnya nanti. Apakah bekerja sama dengan PT.KAI atau APBD murni kami tidak tahu. Kan seharusnya kami harus tahu hal ini. Kami mendukung kok sebenarnya progam pemkot ini,” himbaunya.

Armudji juga mengaku tidak mengetahui rute AMC  berupa trem dan monorel, meskipun pemkot telah melaunching rute strategis yang akan dilintasi kedua moda transportasi cepat itu.

“Yang penting jangan sampai menabrak bangunan yang kiranya membutuhkan suatu pembebesan lahan yang mahal. Nanti jalur manakah yang akan dialalui kami tidak tahu. Yang penting bisa efektif dan tidak malah semakin menimbulkan kemacetan di Surabaya,” tegasnya.(r7)