Dewan ke Luar Negeri Sebelum Dana Kunker Dipangkas

Tidak ada komentar 90 views

Surabaya, (DOC) – Kepekaan sosial anggota DPRD Surabaya patut dipertanyakan. Disaat beban hidup masyarakat semakin berat seiring kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan jelang Ramadan, para wakil rakyat di lembaga legislatif pimpinan Ketua DPRD Moch Machmud ini justru bakal berangkat kunjungan kerja (kunker) ramai-ramai ke luar negeri.
Kunker ke luar negeri ini adalah yang pertama kali semenjak Moch Machmud menjabat ketua dewan. Ini menunjukan pola kepemimpinan Moch Machmud tidak beda jauh dengan ketua dewan sebelumnya, Wishnu Wardhana (WW) yang mengobral hak kunker ke anggota.
Kota Busan di Korea Selatan dan Shah Alam di Malaysia menjadi tujuan. Studi banding dan pemantapan kerjasama sister city antara dua kota di dua negara itu dengan Kota Surabaya lagi-lagi menjadi alasan klasik kegiatan yang dibiayai APBD 2013.
Keberangkatan kunker berjamaah ini, bisa jadi menjadi aji mumpung sebelum kesepakatan legislatif-eksekutif memangkas anggaran kunker hingga Rp12 miliar pada 2014.
Informasi di internal DPRD Surabaya menyebut, ada lima orang anggota dewan yang masuk rombongan ke Busan. Ratih Retnowati (Sekretaris Komisi A/Fraksi Partai Demokrat), Adies Kadir (anggota Komisi A/Fraksi Partai Golkar), Moh Naim Ridwan (anggota Komisi A/Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa), Moh Anwar (anggota Komisi A/Fraksi Partai Demokrat), dan Kartika Damayanti (anggota Komisi B/Fraksi Partai Demokrat). Kelimanya Minggu (30/6/2013) dijadwalkan bertolak ke Busan sampai Sabtu (6/7/2013).
Pada tanggal yang sama, rombongan lainnya akan ke Shah Alam Malaysia. “Yang ke Malaysia ini bersama unsur Pemkot Surabaya. Keperluannya menandatangani MoU sister city,” kata sumber di lembaga Jalan Yos Sudarso tersebut.
Irwanto Limantoro (Anggota Komisi A/Ketua Fraksi Partai Demokrat), Erick Reginal Tahalele (anggota Komisi A/Sekretaris Fraksi Partai Golkar), Hafid Suaidi (anggota Komisi A/Fraksi Apkindo), Reni Astuti (anggota Komisi C/Fraksi Partai Keadilan Sejahtera), dan Imanuel Fredrik Lumoindong. Khusus satu nama terakhir, Imanuel Fredrik Lumoindong, Selasa (25/6) meninggal dunia, dan kemarin jenazahnya baru dikebumikan.
Ketua DPRD Surabaya Moch Machmud saat dikonfirmasi menyatakan bahwa kunker menjadi hak setiap anggota dewan. “Yang sudah menyelesaikan laporan tertulis kunker ke luar negeri sebelumnya, maka akan lebih cepat kunker lagi,” jawab mantan wartawan ini.
Terpisah, Kassubag Perundangan Sekretariat DPRD Surabaya Emanuel Playtuka menegaskan tingginya frekuensi kunker ke luar negeri untuk tahun ini bisa jadi merupakan kesempatan terakhir. Sebab, Sekretariat dan Pimpinan DPRD mewacanakan mengurangi jatah kunker pada 2014.
“Rencananya tahun depan, kesempatan kunker dikurangi. Sebagai gantinya, para anggota dewan akan diminta turba (turun ke bawah) menyosialisasikan perda-perda ke masyarakat. Banyak perda yang belum diketahui dan dipahami masyarakat,” kata Eman, sapaannya.
Sekadar diketahui, rencana keberangkatan anggota DPRD Surabaya ini tak sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melarang para menterinya ke luar negeri.
Para menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu II diminta fokus menyelesaikan masalah di dalam negeri. Terutama pasca-keputusan kenaikan harga BBM dan penyaluran dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). (r4)