Dewan Kompak Dukung Pemkot Ambil Alih Pembangunan Pasar Turi

Surabaya,(DOC)Para pedagang Pasar Turi dan Anggota DPRD Kota Surabaya nampaknya telah sepakat mendukung langkah Pemerintah Kota(Pemkot) Surabaya untuk mengambil alih pembangunan dan pengelolaan Pasar Turi. Selama ini Pemkot Surabaya sudah cukup bersabar dengan memberi perpanjangan untuk penyelesaian pembangunan sebanyak dua kali. Pertama pada Oktober 2013 dan kedua pada April 2014.

Anggota DPRD Kota Surabaya, Rio Pattiselano mengatakan, semasa dia menjadi anggota komisi B di DPRD Kota Surabaya periode sebelumnya, pihaknya sudah berulang kali mendesak pada investor untuk segera menuntaskan pembangunan pasar yang menelan anggaran sebesar Rp1 triliun lebih itu. Dari pihak investor sendiri sudah berjanji akan segera menyelesaikan. Bahkan, mereka sempat memastikan bahwa, pada Oktober mendatang, bekas pusat grosir terbesar di Indonesia timur itu selesai dibangun. Jika ternyata apa yang dijanjikan investor ini tidak ditepati, maka mereka harus siap dengan segala situasi yang ada, termasuk diambil alih Pemkot Surabaya. “Kalau itu keputusan pemkot ya tidak masalah. Saya sangat mendukung. Memang wali kota pernah mengatakan tidak akan memperpang kontrak lagi ketika pembangunan tidak selesai Oktober,” katanya, Rabu(10/9/2014).

Politisi dari Partai Gerindra ini menandaskan, tidak menutup kemungkinan, ketika diambil alih pemkot, pihak investor akan melayangkan gugatan hukum. Maka, pemkot harus siap menghadapi langkah-langkah investor itu. Nah, jika seperti ini maka persoalan yang ada di Pasar Turi semakin berlarut-larut. Padahal pedagang sudah menunggu hampir tujuh tahun untuk bisa berjualan. Pihaknya sendiri tidak dapat mengambil tindakan apapun. Pasalnya, hingga saat ini, kelengkapan dewan belum terbentuk. Semisal Komisi, Badan Anggaran (Banggar), Badan Legislatif (Banleg) dan juga Badan Kehormatan (BK). “Kalau sudah ada kelengkapan dewan, kami bisa melakukan pemanggilan terhadap pemkot. Kami ingin tahu apa yang mendasari mereka mengambil alih Pasar Turi. Setelah mendapat penjelasan, kami akan panggil juga investor. Tapi sekarang belum bisa karena perangkat dewan belum terbentuk,” terangnya.

Pria berkacamata ini menegaskan, jika komisi sudah terbentuk, khususnya Komisi B yang selama ini fokus memantau proyek Pasar Turi, pihaknya akan meminta pada anggota komisi tersebut untuk membahas pasar yang digarap oleh PT Gala Bumi Perkasa itu. Ini merupakan agenda mendesak karena menyangkut nasib banyak orang. Apalagi pedagang banyak yang nasibnya terkatung-katung akibat pembangunan tak kunjung selesai. Padahal sebagian besar sudah melunasi cicilan pembelian stan. Beberapa dari mereka juga sudah mengantongi kunci stan. “Saya sarankan pada komisi B yang nanti terbentuk, agenda pertama adalah memanggil pemkot dan pengembang,” pintanya.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi (HP2T) H Suhaemi berharap agar Pemkot Surabaya benar-benar merealisasikan janjinya untuk mengambil alih Pasar Turi jika pembangunannya tak selesai pada 14 Oktober depan. Menurut dia, saat ini pembangunan Pasar Turi tak sesuai dengan jadwal. Ini bisa dilihat di lapangan dengan masih banyaknya lantai yang belum ada stannya. Kalau pun terbangun stan, itu hanya di lantai  lower ground dan ground. Sedangkan lantai lainnya belum.
Bahkan  listrik, air, dan sarana prasarana lainnya belum siap. “Jika nanti pedagang dipaksa untuk berjualan dengan kondisi tersebut, tentu pedagang tidak akan menerima. Bagaimana mungkin berjualan dengan kondisi bangunan yang belum siap. Pedagang tidak nyaman, pengunjungpun tidak nyaman,” katanya.(lk/r7)