Dewan Minta Tunda Relokasi Pasar Dukuh Menanggal

Tidak ada komentar 285 views

Surabaya,(DOC) – Relokasi pasar krempyeng(dadakan) Dukuh Menanggal Satu ke pasar Bambe, yang akan dilakukan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang kota Surabaya(DCKTR), diminta untuk di tunda terlebih dahulu. Pasalnya rencana tersebut, akan menimbulkan gejolak antar pedagang.

Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rusli Yusuf menyatakan, kapasitas pasar bambe yang hanya bisa menampung 90 pedagang saja merupakan pemicu terjadinya gejolak diantara pedagang. Mengingat jumlah pedagang yang terdata di pasar Dukuh Menanggal tercatat sekitar 192 pedagang.

“Kenapa pasar baru Bambe tidak dapat menampung pedagang yang ada diDukuh Menanggal. Berarti pemkot tidak melakukan pengecekan dahulu sebelum membangun pasar baru ini. Nanti akhirnya, luas lapak yang ada di pasar bambe ujung – ujungnya akan dipersempit,” kata, Rusli saat hearing dengan dinas Koperasi dan UMKM, Kamis (28/11/2013).

Menjawab pernyataan dewan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Hardi Bidiono menjelaskan, Sebelumnya, Dinas koperasi dan DCKTR telah melakukan sosialisasi dengan pihak kecamatan, kelurahan dan RW atas rencana relokasi pedagang Dukuh Menanggal. Menurut Ia, dalam sosialisasi tersebut, telah di paparkan, bahwa pasar baru Bambe nanti, hanya ditempati pedagang yang ber-KTP Surabaya saja. Jumlahnya sekitar 90 pedagang yang ber-KTP Surabaya. “Namun, akhirnya semua bisa masuk pasar baru Bambe. Sebelumnya tanggal 10 November lalu, hanya sekitar 90 pedagang yang dipindah. Tujuannya, hanya untuk memfasilitasi pedagang yang belum berdaya,” tuturnya.

Sementara itu, Yusi salah satu pedagang pasar Dukuh Menanggal yang juga turut diundang dalam hearing tersebut, membantah sosialisasi tersebut. Sepengetahuan Yusi, pihak pemkot hanya memerintahkan para pedagang agar segera pindah ke pasar baru Bambe.
“Tau – tau sudah disuruh pindah begitu saja tanpa ada sosialisasi,” bantah Yusi.

Yusi juga mengeluhkan, soal kondisi pasar yang tidak layak pakai dan sepinya pedagang.
“Kami (pedagang), minta pertanggung jawaban dari LKMK serta paguyuban. Namun, kita malah tidak di urus dan diterlantarkan begitu saja. Serta, ada unsur paksaan dan ancaman untuk segera pindah ke pasar bambe itu,” ujarnya.

Mengakhiri rapat dengar pendapat tersebut, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Tri Setjo Puruwito mengharapkan keseriusan Pemkot untuk memperhatikan nasib pedagang Dukuh Menanggal 1. Jika direlokasi, lanjut Tri, paling tidak harus bisa menambah penghasilan para pedagang. “Mungkin harus dibangun jalan agar banyak para pembeli. Sedangkan, untuk pedagang yang tidak ber KTP Surabaya mungkin bisa dimuyawarahkan terlebih dahulu dengan dinas terkait bagaimana solusinya,”pungkasnya.(r7)