Dewan Minta Waspadai Terus PCC

Tidak ada komentar 30 views

Surabaya (DOC) – DPRD Jatim meminta kepada stakeholder terkait seperti, BNN, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai Dinkes, Pendidikan, maupun Dinsos Jatim untuk terus melakukan sosialisasi secara intensif ke masyarakat terkait bahaya eredaran obat paracetamol, kafein, dan korisol-prodol (PCC).

Anggota DPRD Jatim dr Benyamin Kristianto mengatakan pihaknya menyesalkan dengan munculnya kembali peredaran PCC maupun obat dicampur zat terlarang ditengah anak dan masyarakat di Surabaya.

Seharusnya kasus PCC ini sudah tuntas pada satu bulan lalu. Jangan sampai muncul kembali PCC ini kurang koordinasi yang baik dari instansi terkait apabila kurang koordinasi yang baik maka peredaran PCC ini akan terus berkembang di masyarakat.

“Saya harapkan kedepan masalah ini harus dilakukan atau diselesaikan dengan baik antara instansi terkait, baik melalui sosialisasi secara intensif ke sekolah – sekolah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, BPOM, dan BNNP juga bisa berkoordinasi dengan dinas Pendidikan Jatim untuk mensosialisasikan bahaya PCC ke sekolah-sekolah, sehingga dengan kerjasama tersebut peredaran obat-obat terlarang maupun PCC di sekolah bisa diantisipasi dengan cepat dan baik.

“Saya berharap pemerintah tidak hanya sosialisasi PCC saja yang disosialiasikan, tapi edukasi tentang bahaya obat yang tidak layak minum maupun jenis narkoba baru yang dilarang beredar,” ujarnya.

Menurutnya sebenarnya PCC tergolong obat biasa. Tetapi jika diminum dengan minuman lain yang mengandung zat meningkatkan gairah. Efeknya bisa bahaya. Maka dari itu peredarannya dilarang.

“Kami harap kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap teror obat berbahaya ini, dan kepada pihak kepolisian untuk terus menindak tegas dan menelusuri siapa jaringan peredaran PCC ini,”ujarnya.

Pihaknya menambahkan, pihak DPRD Jatim saat ini bersama Dinas Kesehatan, BPOM, Polda Jatim, BNN Provinsi Jatim, Disnakertrans, Dispora dan Kwarda Pramuka Jatim membentuk Forum Pengendalian dan pencegahan Obat (FP2O) terlarang di Jatim.

Tugas tim ini untuk mencegah penyalahgunaan obat tersebut. “Pihaknya siap membantu melakukan sosialisasi bahaya PCC ke masyarakat,” ujarnya. (bah)

Tag: