Dewan Pengawas Minta Dirut PDAM Dipecat

Tidak ada komentar 125 views

Surabaya, (DOC) – Menindaklanjuti hasil pengamatan kinerja dan keluhan masyarakat pelanggan bahkan jeritan sejumlah staf di lingkungan PDAM Surabaya, kini Dewan Pengawas (Dewas) PDAM memandang perlu untuk diadakan penyegaran dengan melakukan penggantian Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya sebagai sangsi dari kesalahan komulatif.
Ketua Dewas Arifin Hamid mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali mengingatkan secara lisan, bahkan juga telah dilayangkan surat peringatn kedua terkait sikap dan keangkuhan Ashari terkait buruknya pelayanan kepada pelanggan.
“Sudah beberapa kali kami menegur secara lisan bahkan sudah kami tindak lanjuti dengan teguran resmi, tapi tetap saja tidak ada perubahan sikap, sebenarnya banyak hal, tetapi intinya kami lebih kepada persoalan buruknya pelayanan di beberapa bulan terakhir yang kami anggap tidak professional,” ucap Arifin Hamid.
Arifin Hamid menyadari bahwa BUMD memang dibenarkan untuk mendapat keuntungan, namun sebagai perusahaan air minum yang menyangkut kepentingan primer masyakat kora Surabaya tetap harus mendahulukan perbaikan pelayanan.
“Sebagai BUMD memang diharapkan dan diperbolehkan mendapatkan keuntungan, tetapi itu bukan menjadi tujuan utama, kami melihat jika Dirut sekarang ini tidak punya visi dan missi yang baik untuk masa depan PDAM, sifat angkuhnya juga membuat situasi di lingkungan PDAM sekarang tidak kondusif, banyak staf yang mengeluh karena sekarang banyak sekali larangangnya,” tandasnya.
Dewan Pengawas juga menilai bahwa sosok Ashari sebagai Dirut PDAM ternyata dianggap tidak mempunyai kemampuan leadership sehingga tidak ada jalan lain kecuali harus dicopot yang kemudian diganti dengan sosok yang lebih tepat.
“Kami menilai Ashari tidak mempunyai kemampuan leadership dan tidak mampu mengatasi masalah yang timbul di intern PDAM dan masyarakat pelanggannya, terkait laporan pertanggungan jawab juga tidak transparan, ini berbahaya buat PDAM kedepan, makanya kami mengusulkan kepada Walikota untuk mencopot dari jabatannya,” tukasnya. (ist/r4)