Pelepasan Surat Ijo Harus di Awasi Tim Pemantau

Tidak ada komentar 175 views

Surabaya,(DOC) – Rencana Wali kota Tri Rismahrini untuk melepas tanah surat hijau diapresiasi positif kalangan anggota Dewan. Setuju dengan upaya pelepasan tersebut, Dewan akan mengusulkan pembentukan tim Pemantau Pelepasan Tanah Surat Hijau.
“Tim pemantau ini perlu dibentuk mengingat potensi penyelewengan sangat besar,’ ujar anggota Komisi A, Alfan Khusaeri, Rabu(11/9/2013) kemarin.
Alfan mensinyalir saat ini sudah banyak tangan-tangan pihak wasta yang mencoba untuk mengakuisisi lahan surat hijau pasca pernyataan Wali kota Tri Rismaharini beberapa saat lalu.
Jika hal ini terjadi, lanjut Alfan sangat dimungkinkan rencana pelepasan tanah surat hijau tidak sesuai target untuk memberikan kepastian kepemilikan lahan bagi masyarakat kelas bawah.
“Sangat dimungkinkan banyak lahan yang sudah berpindah tangan secara bawah tangan. Kalau jadi dilepaskan, tentunya dengan metode jual-beli antara masyarakat dengan Pemkot. Nah meskipun dengan harga NJOP, apakah masyarakat mampu membeli, mereka banyak yang miskin. Jadi mungkin saja dijual sekalian ke pihak lain dengan selisih harga yang cukup,” terang Alfan.
Pemkot sendiri berencana melepaskan tanah surat hijau kepada masyarakat yang menghuninya dengan ketentuan tanah dengan luas di awah 200 meter persegi.
Jika hal ini terjadi, kata Alfan, bisa dibayangkan ribuan meter persegi wilayah kota Surabaya akan berada di tangan pihak swasta. Jika demikian, kata Alfan, justru keberadaan kota Surabay yang patut mnjadi perhitungan.
“Banyangkan, sebagian besar kota Surabaya tanpa penduduk, karena sudah menjadi bagian property segelintir pihak,” ujarnya.
Kembali ke tim pemantau, Alfan berharap bakal terdiri dari berbagai elemen, baik pemerintah, legislative dan pihak-pihak berkompeten dan terkait. Tim ini pula, harap Alfan, bakal menjadi salah satu regulator proses pelepasan asset surat hijau tersebut.(r7)