Dewan Soroti Kinerja Dinas PU

Tidak ada komentar 183 views

Surabaya, (DOC) – Komisi C DPRD Surabaya mempertanyakan kinerja Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya. Pasalnya, dinas ini belum bisa memberikan kepastian proyeksi pembangunan Surabaya untuk 2013, padahal dibekali anggaran besar yang mencapai Rp 932 miliar.

Dewan saat ini menanyakan masalah kepastian penyelesaian proyek pada 2013. Ini berkaca pada penyelesaian proyek pembangunan pada 2012 yang molor dari jadwal dan bahkan tak selesai.

“Kalau mengharapkan semua pekerjaan tuntas memang tidak bisa, tapi setidaknya proyek besar seperti pembangunan jalan Middle East Ring Road (MERR) II C dan froantage sisi barat jalan Ahmad Yani sudah ada jaminan,” tegas anggota Komisi C Adi Sutarwijono.

Menurut dia, dengan alokasi anggaran yang hampir mencapai satu triliun, Dinas PU harus memiliki target yang jelas soal pembangunan dua proyek prestisius tersebut. “Sangat ironi jika dua proyek itu tidak tuntas tahun depan. Anggaranya sudah ada, tinggal nunggu apa lagi?” ujar Awi, panggilan akrabnya.

Lebih jauh, Awi juga mengkritisi pola pembangunan yang diterapkan Pemkot Surabaya sejauh ini. Menurutnya, pemkot selama ini kerap bertindak diskriminasi dalam pelaksanaan pembangunan. Terutama untuk daerah yang berada di lokasi Surabaya pinggir seperti Kecamatan Benowo, Pakal dan Asem Rowo.

“Kalau untuk kawasan elit jalannya benar-benar diperhatikan, tapi untuk urusan paving bagi warga menengah ke bawah pasti amburadul,” cetus politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Sachiroel Alim Anwar, meminta pemerintah pro-aktif dalam mengerjakan proyek yang didanai pemerintah pusat. Sebab selama ini, ada kesan Kota Surabaya seakan tidak membutuhkan bantuan dari pusat dalam mengerjakan pembangunan yang dilakukan.

Kepala dinas PU Erna Purnawati menyatakan untuk pembangunan MEER II C saat ini pihaknya fokus dulu dalam pembebasan lahan. Karena jika sampai akhir tahun depan pembebasan lahan belum tuntas, maka bantuan dari pemerintah pusat akan dihentikan.

Erna mengungkapkan, untuk pembebasan lahan saja, hingga akhir 2012 sebenarnya belum ada jaminan bakal selesai semua. padahal, jika pembebasan itu tuntas, bisa dipastikan proses pembangunanya juga akan cepat selesai. (k1/r4)