Dewan Tersinggung Dikatai “Matrek” Oleh Risma

Surabaya,(DOC) – Pernyataan Tri Rismaharini Walikota Surabaya untuk tidak kembali maju dalam Pemilihan Walikota(Pilwali) Periode 2015-2020, karena persoalan dana, langsung memantik reaksi persoalan di lingkungan DPRD Surabaya. Komentar Risma (panggilan akrab Walikota perempuan ini) soal perubahan RUU Pemilukada ditangan dewan yang butuh dana besar untuk membeli anggota dewan sebagai calon pemilih, dianggap sangat melecehkan peran para Wakil Rakyat khususnya wilayah kota Surabaya. Sejumlah anggota DPRD Surabaya merasa tersinggung dengan pernyataan Walikota tersebut yang se-akan mendiskriminasikan profesi dewan sebagai profesi yang hanya mencari uang saja alias matre.

Agung Prasodjo, Sekertaris Fraksi Golkar DPRD Surabaya menyatakan, dengan pernyataan Risma di sejumlah media dinilai membangun stigma negatif di Masyarakat. Terlebih, menurut Agung dengan komentar tersebut dinilai tidak etis disampaikan Sekaliber Kepala Daerah dengan seabrek prestasi ini. “Jangan sampai pernyataan tersebut justru membuat stigma anggota dewan malah tambah jelek. Jujur saya pribadi tersinggung dengan komentar Bu Risma. Tidak semua anggota dewan seperti itu,” terang Agung, Senin(29/9/2014).

Disisi lain, Baktiono Anggota Fraksi PDIP juga berkomentar keras terkait hal itu. Baktiono yang juga Bendahara DPC PDIP Surabaya ini menganggap pernyataan Risma terkesan melecehkan. Padahal, dalam periode Pilwali Surabaya sebelumnya, seluruh kader Partai Berlambang Banteng Moncong Putih ini tidak meminta secuilpun dana pribadi untuk kampanye. Meski mekanisme pemilihan digelar secara langsung. Bahkan, diterangkan Baktiono Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merekomendasikan Risma maju Pilwali bersama PDIP untuk  Bergotong Royong.”Kami semua (Kader,Red) all out mendukung. Bahkan semua agenda Kampanye dana Risma itu Nol Rupiah!. Dan kami tidak minta-minta uang,” tegas Baktiono.

Baktiono masih hapal betul, kala maju dalam Pilwali Surabaya periode lalu, dana Risma tercatat Rp 60 juta serta satu unit mobil kijang kapsul.”Tapi apa kami meminta?, tidak sedikitpun!. Kami gotong royong bersama,” terang mantan Ketua Komisi D DPRD Surabaya periode sebelumnya ini. Sebelumnya, Tri Rismaharini menyatakan dirinya tidak mempunyai cukup uang untuk maju Pilwali Surabaya mendatang. Itu setelah muncul pertanyaan terkait sikapnya sebagai Walikota menanggapi perubahan RUU Pemilukada tak langsung, di Balai Kota Sabtu kemarin (27/9/2014).

Terpisah, PKS mempunyai pandangan berbeda. Selain mengusulkan adanya proses pemilihan secara terbuka di Dewan, nanti, PKS merespon adanya komentar Risma.Achmad Zakaria Seketaris Fraksi PKS DPRD Surabaya menerangkan, Risma masih menjadi sosok Kepala Daerah yang bisa jadi contoh baik.  Bahkan, tidak menutup kemungkinan PKS menawarkan Risma maju kembali, dengan kondisi tak ada dana sekalipun.”Kami masih menganggap Bu Risma layak untuk maju. Kemungkinan tawaran itu ada kalau mau. Meski tak ada dana sekalipun,” kata Zakaria.(r7)