Dewan Usulkan Gedung SMPN 42 Dipindah

Tidak ada komentar 139 views

Salah satu sudut gedung SMPN 42 setelah terbakar. Komisi C mengusulkan, lokasi sekolah tersebut dipindah.

Surabaya (DOC) –
Gedung SMP Negeri 42 di Jl Pasar Loak yang terbakar pada Minggu (7/10), diusulkan dipindah ke lokasi lain yang lebih baik.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Simon Lekatompessy berharap Walikota Surabaya, Tri Risma Harini tidak perlu membangun gedung baru yang terbakar karena lokasinya sudah tidak layak.

Menurut dia, lokasi tidak layak yang dimaksud adalah karena disekitar sekolah atau kurang lebih setengah kilometer dari sekolah terfapat pabrik pembuatan pakan ternak.

Tentunya, lanjut dia, hampir setiap hari bau yang dari pabrik tersebut cukup menggangu proses belajar mengajar di SMP 42. Selain itu, lokasi di sekitar sekolah tersebut juga jelek dan kumuh.

“Lingkungannya jelak. Saya sudah ke sana dan bauhnya seperti ikan asin,” katanya.

Simon juga mengatakan, selama ini para siswa-siswi SMP 42 cukup terganggu dengan bau yang tidak sedap itu. “Kami mengharapkan ini segara dipikirkan oleh pihak sekolah dan pemkot setempat,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, sebagai solusianya, pihaknya meminta agar Pemkot Surabaya segera mencarikan lahan lain yang jaraknya tidak jauh dari tempat asal untuk dibangun gedung sekolah yang baru.

Seperti diketahui, kebakaran di SMP Negeri 42 itu yang terjadi pada Minggu (7/10) pagi sekitar pukul 08.00 WIB telah menghanguskan enam ruangan, masing-masing ruang Kepala Sekolah, ruang Guru, ruang Tata Usaha dan dua ruang kelas.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, M. Ikhsan, mengatakan, para siswa yang ruang kelasnya terbakar akan dipindah ke ruangan lain. “Belajar mengajar tidak akan terganggu, siswa yang ruang kelasnya  yang terbakar  akan dipindah ke ruang Multimedia,” terangnya. Untuk para guru yang ruangannya ikut hangus akan digabung dengan ruang guru lainnya.

Mantan Kepala Bapemas Surabaya ini memperkirakan, dalam beberapa bulan lagi kebutuhan ruang kelas di SMP 42 ini tiak ada masalah karena saat ini tengah membangun beberapa kelas baru.

“Saat ini kita SMP 42 sedang  membangun 8 kelas baru. Untuk itu, 3 bulan  bulan lagi akan bisa dipakai,”  ujarnya. (r9/r3)