Di Manado, 100 Rumah Tertutup Lumpur

Tidak ada komentar 155 views

Manado, (DOC) – Banjir bandang yang melanda Manado, Sulawesi Utara pada Rabu 15 Januari 2014 lalu menyisakan duka yang mendalam. Selain menewaskan puluhan orang, ratusan rumah luluh lantak akibat terjangan dahsyat air dan tanah longsor. Salah satu lokasi paling parah akibat bencana ini adalah wilayah Ranotana Weru, Wanea yang hingga berita ini diturunkan masih lumpuh.
Tokoh wanita Manado sekaligus pewarta, Virgie Baker, SS, M.Si yang sejak awal terjadinya bencana banjir bandang terjun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan mengatakan, hingga saat ini rumah-rumah penduduk tertanam lumpur hingga terlihat atapnya saja. “Ada sekitar delapan puluh rumah yang hilang di Ranotana Weru ini. Sejauh mata memandang, di lokasi yang tadinya terdapat bangunan rumah, kini terlihat seperti tanah lapang, tidak ada bangunan,” ujar jebolan Sastra Jepang, Universitas Indonesia ini.
Lebih jauh Virgie Baker menerangkan, hal paling parah yang dapat ditemukan di Ranotana Weru adalah beralihfungsinya sungai dan jalanan. Di lokasi yang tadinya mengalir deras sungai, kini berubah fungsi menjadi daratan, begitu sebaliknya. Banjir bandang telah mengakibatkan berpindahnya aliran sungai dari seharusnya. “Kondisinya menjadi terbalik. Bila sebelumnya jadi jalan penduduk sekarang justru menjadi aliran sungai. Hal inilah yang membuat daerah Ranotanak Weru menjadi lumpuh,” papar Virgie Baker.
Menurutnya, Pemerintah Daerah harus segera menanggulangi kondisi ini terlebih seluruh pengungsi di Ranotanak Weru dilokalisasi di satu tempat pengungsian besar dengan sarana yang sangat minim. Meski sebagian warga yang selamat mengungsi di lantai dua rumah mereka, namun belum dapat meredam duka yang mereka rasakan. Virgie menjelaskan, hampir seluruh rumah di Ranotana Weru terendam lumpur hingga mencapai atap kecuali beberapa rumah warga yang berlantai dua. (r4)