Di Pemilu, TNI Harus Netral

Tidak ada komentar 83 views

Jakarta, (DOC) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan agar TNI khususnya Angkatan Darat bersikap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis menjelang pemilihan umum 2014.

Pesan itu merupakan satu dari tujuh pesan yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menunjuk KSAD yang baru, kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/5/2013).

Kepala Negara telah menunjuk Letnan Jenderal TNI Moeldoko untuk menggantikan Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang akan mengakhiri masa baktinya sebagai KSAD pada Mei 2013.

“Sebetulnya ini telah ditunjukkan pada pelaksanaan pemilihan umum 2009. Kalau 2009 bisa mengapa 2014 tidak bisa,” kata Pramono yang sore itu didampingi oleh penggantinya Letnan Jenderal TNI Moeldoko.

Enam pesan yang lain, kata Pramono, pertama adalah “kepemimpinan TNI saat ini sudah berada di jalan yang benar, beliau meminta dilanjutkan.” Kedua, tambah dia, TNI yang diharapkan rakyat adalah TNI yang profesional sehingga TNI perlu meningkatkan dan menyempurnakan kemampuan dan modernisasi alutsista.

“Ketiga adalah kesejahteraan prajurit dan keluarganya,” ujarnya. Selanjutnya, kata Pramono, adalah upaya membangun kedekatan TNI dengan rakyat.

Pesan kelima, tambahnya, adalah pentingnya menjaga kekompakan internal TNI AD, TNI dengan rakyat, TNI AD, AL dan AU serta TNI dengan Kepolisian.

Dan keenam adalah agar langkah penertiban dalam pengadaan alutsista dilakukan secara transparan dan terbuka untuk menghilangkan kesan penggunaan anggaran yang tidak tepat.

Sebelumnya Presiden Yudhoyono mengatakan bahwa akan melantik Letnan Jenderal TNI Moeldoko sebagai KSAD yang baru pada Rabu, 22 Mei 2013. (ddn/r4)