Didik Nini Towok Siap Ramaikan Festival Budaya Jawa

 Kesra

Surabaya, (DOC) – Festival Budaya Jawa yang akan digelar di Jembatan Merah Plasa (JMP) Kota Surabaya Surabaya pada 13-30 Oktober 2012 akan menghadirkan maestro tari dari Yogyakarta, Didik Nini Towok.

Didik akan menampilkan tari kreasinya “Dua Muka” dan banyolan “Guyon Maton”. Sedangkan hiburan lainnya yang bersifat mendidik adalah Pangkur Jengjleng.

Dirut PT Lami Citra Tbk selaku pengelola JMP, Priyo Setia Budi,  mengatakan, digelarnya festival ini sebagai upaya melestarikan budaya-budaya Jawa yang nyaris terkikis oleh perkembangan zaman.

“Festival budaya tersebut akan menampilkan berbagai ragam kesenian khas Jawa  seperti Tari Remo dari Surabaya, Tari Gembyong dari Jawa Tengah, Tari Gandrung Banyuwangi dan lainnya,” katanya.

Menurut rencana, pembukaan festival budaya Jawa ini akan dibuka secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada Sabtu (13/10) mendatang.

Selain itu, lanjut dia, even kali ini juga akan digelar pesta seni dan pameran kerajinan milik usaha kecil menengah (UKM). “UKM juga pilar ekonomi. Untuk itu, kami telah menyiapkan tempat khusus bagi para UKM binaan yang ada di Jatim,” katanya.

Adapun barang-barang yang akan ditampilkan para UKM diharapkan masih ada unsur budaya Jawa, seperti halnya penjualan kain batik, kerajinan tangan, makanan dan lainnya.

“Bahkan untuk kelanjutan dari festival ini, kami akan menyiapkan ruangan khusus untuk pakaian batik dan pernak-pernik lainnya. Ruangan itu kami beri nama Kartini Craft dan Batik. Ini nanti akan diresmikan saat pembukaan festival nanti,” ujarnya.

Adapun peserta dalam festival tersebut diambil dari beberapa daerah di Jatim. “Kami juga mengundang para seniman dari Jateng untuk ikut meramaikan festival kali ini,” katanya.

Festival tersebut juga akan menghadirkan maestro tari dari Yogyakarta, Didik Nini Towok yang akan menampilkan tari kreasinya “Dua Muka” dan banyolan “Guyon Maton”. Sedangkan hiburan lainnya yang bersifat mendidik adalah Pangkur Jengjleng.
Sedangkan dari Taman Budaya Jawa Timur sendiri akan menampilkan parade 30 grup gamelan Jawa selama tiga hari. “Masyarakat tidak hanya dapat hiburan tapi diajak berfikir dari lawakan tadi,” katanya. (K1/R9)