Diduga Bangunan Puncak Permai Menyalahi IMB

Tidak ada komentar 246 views

Surabaya,(DOC) – Pengelola Aparteman Puncak Permai Surabaya semakin terpojok, ketika di blejeti oleh komisi A terkait perizinan mendirikan bangunan(IMB) yang diduga dilanggar. Sebelumnya pihak managemen Puncak Permai memang telah bersitegang dengan para penghuninya soal sertifikat kepemilikan, hingga mengadukan ke DPRD Surabaya.
Dugaan pelanggaran IMB apartement Puncak Permai ini, terungkap saat Komisi A DPRD Surabaya, menggelar hearing dengan pihak Managemen, Penghuni Apartemen Puncak Permai, Satpol PP dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang(DCKTR) Kota Surabaya, Kamis(21/11/2013).
Dalam kesempatan itu, Armudji Ketua Komisi A DPRD Surabaya langsung mempertanyakan IMB Aparatement mewah tersebut ke kepala seksi(Kasi) DCKTR, Awaludin Arif. “Sesuai data yang saya pegang, ijin IMB yang dikeluarkan untuk pembangunan apartemen Puncak Permai, yaitu pada tahun 2009 lalu, “ jawab Awaludin.

Keterangan yang disampaikan Awaludin tersebut, nampaknya tidak sesuai dengan fakta. Menurut data yang dikantongi oleh Komisi A DPRD Surabaya, pembangunan apartemen Puncak Permai ini, telah dimulai sejak tahun 2008, atau setahun lebih awal dari keluarnya IMB. “Saya tidak tahu kalau bangunan dimulai sejak tahun 2008, Namun ijin IMB yang saya pegang keluar tahun 2009,” Jelas Awaludin, saat diberi pertanyaan lagi.
Pernyataan sama juga disampaikan oleh perwakilan Manajemen Property Apartemen Puncak Permai, Reddy Supriadi yang mengaku tidak mengetahui kapan ijin pendirian pembangunan Apartemen dikantongi. karena memang bukan bidangnya. “Kalau soal ijin saya tidak tahu,“katanya singkat.
Perwakilan Managemen ini, juga mengaku tidak faham, ketika pimpinan hearing bertanya soal desain Apartement yang tidak sesuai dengan gambar di IMB. “Saya tidak membawa desain apartementnya dan saya tidak tahu kalo ada pembangunan areal parkir dan lainnya yang tidak masuk dalam denah IMB,“ ujarnya.
Jawaban yang kurang memuaskan dan kurangnya kelengkapan alat bukti dari pihak managemen Apartement Puncak Permai, memaksa komisi A DPRD Surabaya untuk melakukan sidak dilokasi, untuk memastikan denah apartement apakah sesuai dengan denah IMB. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui hasilnya.(zab/r7)