Dinas Koperasi Pastikan Pegawainya Tak Terlibat Praktek Jual Beli Stand Pasar Sememi

Surabaya,(DOC) – Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Saifudin Zuhri mendesak Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk segera membereskan masalah Pasar Sememi yang sudah direvitaliasi.

Sebab hingga saat ini masih terdapat konflik di antara pedagang yang belum bisa menghuni stan, lantaran pasar itu banyak ditempati oleh warga luar Surabaya.

Proyek revitalisasi itu sudah rampung dengan memakai dana APBD 2013.
“Yang kami catat ada sebanyak 53 stan pasar yang bukan dari warga Surabaya. Total stan disana ada 290 stan pasar. Padahal seharusnya pasar itu digunakan untuk warga Surabaya, pasar itu juga dibangun dengan dana APBD Surabaya,” kata politisi PDIP ini.

Lebih lagi, menurut Saifudin, beberapa waktu lalu stand pedagang diperjual belikan dengan harga Rp. 35 juta per stand. Hal ini sangat mengecewakan dan Pemkot harus segera membereskan.
“Pedagang asli Surabaya harus dapat prioritas. Jangan malah memberi ruang lebih banyak pada non warga Surabaya. Harus ditertibkan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Kota Surabaua Eko Hariyanto mengatakan adanya jual beli pasar yang sempat mencuat akhir tahun lalu bukan dari oknum pemkot. Selainkan orang lain yang mengaku dari pemerintah kota.

“Sudah kami konfirmasi mereka bukan dari orang kami. Bukan dari Dinas Koperasi juga,” ucapnya, Jumat(3/2/2017)

Ia mengatakan kalau hal itu masih terjadi maka ia mempersilahkan agar pedagang melaporkan ke kepolisian lantaran sudah masuk ke ranah kriminalitas.
Pihaknya berjanji akan melakukan kroscek dan pendataan untuk pedagang di Pasar tersebut.

Pedagang di pasar lama akan dipindahkan ke pasar yang sudah direnovasi.
Pemkot juga membentuk tim semacam pengelola pasar untuk mengawasi sirkulasi pedagang yang menghuni stan.
“Tim ini yang akan melalukan pengawasan. Jadi kami juga akan melakukan pendataan dan akan ditindaklanjuti,” ucapnya.(rob7)