Dinas PU Surabaya Diobok-Obok Pidsus Kejari

Tidak ada komentar 274 views

Surabaya, (DOC) – Penyidikan dugaan korupsi kasus pembebasan lahan proyek Middle East Ring Road (MERR) II C di Kecamatan Gunung Anyar terus dikembangkan. Tim penyidik pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya rupanya tidak cukup puas dengan menetapkan tiga orang tersangka. Meski berhasil memenjarakan tiga orang, namun hingga kini penyidikannnya terus berlanjut.
Buktinya, lima orang penyidik dikabarkan mendatangi kantor Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Jalan Jimerto, Kamis (5/6/2014). Mereka mengobok-obok ruang DPUBMP untuk mengumpulkan sejumlah berkas. Penggeledahan dilakukan untuk pengembangan kasus. Penggeledahan diketahui berlangsung sejak pukul 11.00 WIB.
Sebelumnya, tiga tersangka kasus ini telah ditahan Rabu (4/6/2014) karena dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti. Bisa jadi, dari hasil pengumpulan berkas itu akan menyeret tersangka lagi. Hal itu bisa saja terjadi bila tim penyidik menemukan bukti-bukti yang kuat. Karena itu, orang-orang yang terlibat dalam kasus itu dan belum ditetapkan sebagai tersangka tidak akan bisa tidur nyenyak.
“Penyidik ke Dinas PU untuk lakukan penggeledahan,” ujar sumber internal Kejari Surabaya.
Menurut sumber ini, penggeledahan dilakukan disejumlah ruangan baik kepala dinas dan staf terkait. Dokumen yang disita ada kaitannya dengan kasus MERR IIC. Sayang tidak dijelaskan secara rinci. Tujuan penggeledahan itu mencari data tambahan terkait ganti rugi pembebasan lahan milik warga Gunung Anyar yang pada saat itu sebanyak 163 persil.
Dalam pemeriksaan sebelumnya oleh penyidik di gedung Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya, warga juga mengakui adanya penggelembungan dana ganti rugi lahan miliknya. “Sesuai dengan proses penyidikan. Pastinya data dan dokumen yang berkaitan dengan kasus yang disidik,” tegasnya.
Sementara itu, dari pantauan di kantor DPUBMP tidak tampak aktifitas penggeledahan. Ruang kepala dinas Erna Purnawati di lantai satu tampak sepi. Ruangannya tertutup dan orangnya tidak tampak di tempat. Begitupula dengan ruang penyimpanan berkas tim pembebasan sepi. Hanya staf-stafnya yang beraktifitas seperti biasa.
Sayang, tidak satupun dari mereka yang bisa dimintai keterangan. Begitu pula dengan Erna saat dihubungi melalui sambungan telpon tidak terdengar nada sambung. Memang sekilas tidak kelihatan ada penggeledahan dari tim penyidik pidsus Kejari Surabaya. Sejumlah wartawan yang nyanggung dari siang terpaksa harus gigit jari.
Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Surabaya Nurcahyo Jungkung Madyo menjelaskan, penahanan terhadap tiga tersangka karena dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Tiga tersangka yang dijebloskan ke hotel prodeo yakni, Satuan Tugas (Satgas) di Dinas Bina marga dan Pematusan berinisial OF, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial ED dan koordinator Satgas pembebasan tanah berinisial DW, yang belakangan diketahui merupakan Djoko Wiyono.
Melalui penjelasan Nurcahyo, tiga tersangka ditahan secara terpisah. OF dan ED ditahan di Rutan Klas I Medaeng, sementara DW ditahan di Lapas Klas I Sidoarjo di Porong. Mereka ditahan terpisah dengan alasan factor keamanan. “Ada kekhawatiran dari penyidik jika mereka akan merusak barang bukti atau melarikan diri. Ini sesuai pasal 26 KUHAP,” jelas Nurcahyo. (ist/r4)