Dinilai Lemah, WS Pilih Taroe Sasmito

Tidak ada komentar 267 views

Surabaya (DOC) – Prediksi banyak kalangan yang menilai bahwa Wisnu Sakti Buana (WS) sengaja memilih Taroe Sasmito untuk bersaing dalam perebutan kursi Wakil Walikota Surabaya lantaran Taroe dinilai lemah, kian terbukti.

Sebelumnya, WS membantah DPC PDIP menunjuk Taroe mendampinginya dalam pemilihan kursi Wawali. Belakangan, nama tersebut sengaja dihindari PDIP untuk menepis dugaan bahwa calon alternatif yang diajukan hanya asal-asalan. Kebuntuan kian menjadi ketika DPC PDIP menyerahkan sepenuhnya kepada WS yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya untuk menentukan siapa yang akan menjadi pesaingnya.

“Memang benar, saat ini partai menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut pada pak WS. Nanti pak WS yang bakal menunjuk sendiri siapakah yang bakal mendampingi beliau,” ujar anggota Komisi C (pembangunan) DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.

Menurut Adi Sutarwijono, semenjak adanya ketentuan yang menyatakan calon Wawali harus diajukan dua nama, memang sempat beredar beberapa nama di kalangan para wartawan. Salah satunya adalah mantan anggota Komisi D DPRD Surabaya, periode 2004-2009 Taroe Sasmita.

“Kalau untuk sosoknya, tanya langsung saja pak pak WS. Karena saya sendiri juga tidak tahu,” tandas Awik, sapaan akrab Adi Sutarwijono.

Sementara ketika disinggung soal pertemuan beberapa hari yang lalu yang digelar DPC PDIP Surabaya, secara tegas Awik mengaku tidak tahu keputusan yang dihasilkan. Sebab dalam pertemuan tersebut, politisi yang menggantikan posisi Rizkie Darma Putra itu mengaku tidak bisa datang.

“Kalau soal itu, tanya saja pada teman teman dari DPC PDIP yang datang,” sarannya.

Berbeda dengan Awik, Ketua Fraksi PDIP (FPDIP) DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, mengungkapkan sebenarnya pihaknya telah mengantongi sosok yang bakal mendampingi Whisnu Sakti Buana. Keputusan tersebut, sesuai dengan hasil rapat yang digelar beberapa hari yang lalu.

Kendati demikian, pria yng juga menjadi anggota Komisi C (pembangunan) itu enggan menyebutkan sosok yang ia maksud. Dirinya beralasan, sebagai seorang parujit ia tidak memiliki wewenanag untuk membocorkannya kepada media.

”Yang jelas namanya sudah ditetapkan. Tapi untuk sosoknya, memang sengaja kita rahasiakan dulu,” kata Syaifuddin Zuhri.

Sedangkan anggota Fraksi PDIP (FPDIP) lainya, Agustin Poliana, mengungkapkan sebenarnya dari awal DPC PDIP memang hanya ingin mengajukan satu nama sebagai pengganti Bambang DH, yang maju menjadi Calon Gubernur (Cagub) Jatim. Hal itu sesuai dengan rekomendasi dari DPP PDIP yang juga hanya mengusulkan nama Whisnu Sakti Buana.

“Awalnya, kita memang hanya akan mengajukan satu nama ke DPRD Surabaya. Tapi, karena aturanya harus dua nama, kita ya mengikuti saja,” terang Titin, sapaan Agustin Poliana.

Sebelumnya, delapan anggota FPDIP disebut memiliki peluang sama untuk mendampingi WS sebagai menjadi Cawawali menggantikan Bambang DH. Disebut, nama Ketua Komisi D Baktiono, Anggota Komisi D Khusnul Khotimah, dua anggota Komisi C Adi Sutarwijono dan Syaifuddin Zuhri, Anggota Komisi B Agustin Poliana, Anggota Komisi A Tri Didik Adiono serta Ketua Komisi A Armuji.(k1/r3)