Dinkes Tak Mau Tebang Pilih

Tidak ada komentar 138 views

Surabaya, (DOC) – Dr Esti Martiana Rachmie mengaku tidak tebang pilih dalam penegakan aturan berkaitan dengan izin pendirian Rumah Sakit di Surabaya. Dirinya tetap berpegang pada ketentuan dan syarat yang telah diatur dalam perundangan yang ada.

Itulah mengapa hingga kini pihak Dinkes belum juga memproses pengajuan izin Klinik AN Nur yang telah mengajukan izin untuk berganti menjadi rumah sakit bersalin. Usai hearing dengan pihak Komisi A DPRD Surabaya terkait mandeknya izin klinik AN Nur ini, Esti Martiana menegaskan pengenaan aturan pendirian rumah sakit yang baru memang mensyaratkan tidak hanya kelengkapan yang bersifat sarana dan prasarana namun juga secara administratif.

Diantaranya soal izin IMB khusus Rumah Sakit termasuk HO dan zoning disamping pula beberapa ketentuan fisik berupa luasan bangunan minimal yang harus dipenuhi. Untuk pendirian baru syarat dan ketentuan yang ada memang mutlak harus dipenuhi sedangkan bagi yang sudah terlanjur operasional bertahun tahun maka ketentuan yang ada diupayakan sebisa mungkin untuk segera dipenuhi oleh pengelola. Esti menampik tudingan pihak Dinkes pilih-pilih dalam pemberian izin ini mengingat aturan sudah ditetapkan secara jelas.

“Persyaratan administrasinya khan macem macem,semisal ijin IMB nya harus berbunyi untuk rumah sakit begitupun zoningnya dan HO nya dalam permenkes juga disebutkan soal luasan bangunan yang disyaratkan.Karena persyaratan administrasi (AN Nur) belum terpenuhi jadi berkasnya tidak kita terima,” ujar Esti Martiana.

Lebih lanjut Esti Martiana berharap agar segala persyaratan yang telah ditetapkan bisa segera terpenuhi sehingga proses perijinannya segera kelar.Dirinya tidak berharap dinkes salah dalam bertindak dan sehingga bisa berdampak di kemudian hari. (k5/r4)