Dipilihnya Gus Na’im Diprotes Sekretaris Fraksi PKB

Surabaya, (DOC) – Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Surabaya Mazlan Mansyur menyayangkanmekanisme penunjukkan Moch. Naim Ridwan sebagai Wakil Ketua DPRD setempat menggantikan jabatan Musyafak Rouf sesuai dengan rekomendasi DPP PKB tidak jelas.
“Kalau kecewa tidak, saya cuma menyayangkan sistem partai yang saya miliki. Jadi tidak ada mekanisme yang jelas dalam penunjukkan itu,” kata Mazlan, Selasa (24/9/2013).
Informasi yang dihimpun menyebutkan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Surabaya, K.H. Moch Naim Ridwan (Gus Naim) dikabarkan mendapat rekomendasi dari DPP PKB untuk menggantikan posisi Musyafak Rouf sebagai wakil Ketua DPRD Surabaya yang hampir setahun lowong.
Hal ini dibenarkan Wakil Ketua DPC PKB Surabaya, Satuham. Ia tidak mengelak jika SK rekomendasi dari DPP PKB untuk pengganti Musyafak Rouf sudah turun.
“Rekomendasi DPP memang sudah turun Senin (29/3). Tapi siapa yang dapat rekomendasi, tunggu saja besok,” katanya.
Direkomnya Gus Naim ini di luar dugaan karena dalam rapat pleno pengurus DPC PKB Surabaya beberapa waktu lalu Mazlan Mansyur (Sekretaris FPKB) yang digadang-gadang menggantikan posisi Musyafak Rouf memperoleh skoring tertinggi (20) dibanding Gus Naim yang hanya berada di peringkat kedua (4).
Mazlan mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui rekomendasi tersebut sudah keluar. Namun, ia menyayangkan jika mekanisme pengganti Musyafak yang semula dilakukan melalui rapat pleno DPC PKB Surabaya dengan hasil memenangkan dirinya tidak ditindaklanjuti oleh partai.
“Saat itu, saya dipanggil DPC karena mau diplenokan. Saya dipanggil kedua kalinya untuk menandatangani pakta integritas. Tapi pada saat diperjalanan sistem ini tidak dipakai, berarti penunjukkannya tidak menggunakan prosedur yang ditetapkan,” katanya.
Adanya rekomendasi itu, lanjut dia, berarti mengarah pada persoalan personal yakni “like and dislike” atau suka dan tidak suka. “Justru dalam hal ini sikap ketua DPC tidak tegas. Pola ini dibikin sendiri dan tidak ditaati sendiri,” katanya.
Seharusnya, lanjut dia, tidak perlu ada pleno dulu, melainkan langsung empat calon tersebut diserahkan ke DPP PKB. “Semua calon dikirim semua kan selesai. Secara pribadi, saya ditempatkan dimana saja saya siap,” katanya. (r4)