Dirut PT MRT: Pembangunan MRT Selesai Saat Asian Games 2018

Pekerja memasang segment tunnel (ruas terowongan) saat pengerjaan konstruksi terowongan Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (26/11). Hingga kini pengeboran untuk bor Antarareja I telah mencapai 318 meter dan Antareja II mencapai 105 meter menuju Stasiun Senayan yang terletak di depan pusat perbelanjaan Ratu Plaza, Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz/15.

Jakarta, (DOC) – Direktur Utama PT Mass Rapid Transportation (MRT) Jakarta, Dono Boestami, mengatakan sejauh ini pembangunan MRT masih sesuai dengan jadwal. Dalam acara Forum Jurnalis MRT pada Rabu, 27 Juli 2016, Dono menyatakan proses pembangunan MRT fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) secara keseluruhan telah mencapai 50,84 persen.

Menurutnya, pembangunan MRT dapat selesai pada saat Asian Games 2018 mendatang dilaksanakan. “Secara keseluruhan kami di jalur yang benar,” katanya. “Awalnya proyek ini harus selesai tahun 2016, tapi kita undur jadi 2018. Kami tetap berkomitmen akhir 2018 konstruksi sudah selesai.”

Dono menyatakan pengerjaan struktur jalan layang sudah berjalan 33,8 persen, sementara pengerjaan struktur bawah tanah sudah sebesar 68,02 persen. Untuk konstruksi jalan layang MRT, pembangunan masih berpusat pada koridor Lebak Bulus-Sisingamangaraja yang saat ini meliputi pekerjaan area depo MRT, pemasangan gelagar (box grider), dan pembuatan pondasi kolom jalur dan stasiun kayang.

Untuk pekerjaan konstruksi terowongan jalur bawah tanah dari Senayan-Bundaran HI, ada empat mesin bor yang digunakan. Dua mesin bor digunakan untuk pembangunan arah selatan (Patung Pemuda) ke utara, sedangkan dua lainnya digunakan untuk pembangunan arah utara (Bundaran HI) ke selatan.

Mesin bor Antareja dan Antareja II kini sedang melakukan pengeboran dari Stasiun Istora menuju Bendungan Hilir. Antareja sejauh ini sudah melakukan pengeboran sepanjang 934,5 meter sampai dengan Stasiun Istora, sementara itu Antareja II sudah membuat terowongan sepanjang 930 meter sampai Stasiun Istora sejak beroperasi pada September 2015.

Dua mesin lain yang bernama Mustikabumi I dan Mustikabumi II beroperasi sejak Februari 2016 di titik Bundaran HI. Keduanya sudah berhasil membuat terowongan sepanjang 682,5 meter dan 441 meter dari Stasiun Bundaran HI sampai Dukuh Atas.

Dono juga menyatakan PT MRT menargetkan proses pembuatan terowongan selesai pada akhir 2016. “Bangunan fisik stasiun akan dikerjakan bertahap sampai 2018. Sekarang kita fokus dulu di stasiun bawah tanah, karena sudah ada perjanjian dengan pemilik lahan dan Pemerintah Provinsi DKI.” ujarnya.(tmp/r4)