Dispenduk Capil Diskriminatif, Penghuni Apartemen Bebas Razia

Surabaya,(DOC) – Kesan diskriminatif kembali ditunjukkan oleh Pemerintah kota Surabaya. Kali ini giliran warga pendatang dari luar kota Surabaya, hanya ditertibkan sebagian saja khususnya warga pendatang yang tinggal di rumah kontrakkan atau kos-kosan.
Banyaknya warga pendatang luar Surabaya yang menghuni Apartemen tanpa identitas jelas, malah dibiarkan bebas berkeliaran. Hal ini seperti protes warga Dukuh Pakis ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Dispenduk Capil) terhadap penghuni bangunan apartemen di kawasan Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya.
Protes tersebut dilayangkan warga di Kantor Kelurahan, Senin(10/3/2014) kemarin, saat Kepala Dispenduk Capil Surabaya tengah melakukan sosialisasi terkait Kependudukan.
Warga dari beberapa RW di Kelurahan Dukuh Pakis Surabaya menyoroti soal adanya perlakuan istimewa terhadap penghuni apartemen. Terutama yang diduga tidak memiliki identitas kependudukan.
“Razia sering di kawasan Kos-kosan. Tapi di Apartemen tidak pernah,” kata Jeffry Sani, salah seorang warga.
Penduduk kawasan Darmo Permai Surabaya itu menganggap razia yustisi Kipem di apartemen perlu dilakukan. Padahal, kerap berbagai tindak kriminalitas dan dugaan peredaran narkoba yang diungkap kepolisian sering terjadi di lokasi apartemen.
Pernyataan sama juga disampaikan oleh beberapa warga yang juga pengurus RT di kawasan kecamatan Dukuh Pakis. Bahkan warga sangat menyayangkan sikap Camat setempat yang dianggap enggan untuk menindak.
Berdasarkan data di Kecamatan Dukuh Pakis, bangunan apartemen banyak tersebar di wilayah itu. Yakni, Apartemen Baverly, Apartemen Graha Family, Puncak Permai, dan Hotel Puri Matahari yang diduga juga ditinggali penghuni layaknya apartemen.
Sementara itu, menanggapi protes warga tersebut, Suharto Wardoyo Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disependuk Capil) Surabaya berencana menindaklanjutinya dengan tegas.
“Segera kami lakukan. Tentunya jadwalnya dirahasiakan,” tuturnya.
Dikatakan Suharto, pihaknya telah menyiapkan agenda razia Kipem khusus bagi penghuni apartemen. Hanya saja memerlukan bantuan Satpol PP dan Penyidik PNS. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Bukan kami tidak berani menindak tanpa dibantu pihak terkait,” kata Suharto.
Terpisah, keinginan Dispenduk Capil itu langsung mendapat respon Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya Irvan Widianto yang siap mengawal sepenuhnya agenda razia tersebut.”Kami siap saja bila diajak koordinasi,”ujar Irvan.(r7)