Diteken, Surat PAW Musyafak Dikirim ke Gubernur

Tidak ada komentar 178 views

Surabaya, (DOC) – Proses pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Musyafak Rouf, tampaknya bakal tuntas akhir bulan Agustus. Ini setelah Ketua DPRD Surabaya Moch Machmud menandatangani surat PAW tersebut, Selasa (9/7), dan segera dikirim ke Gubernur Jatim Soekarwo.
Dua pengurus DPC PKB Surabaya, Satuham (Wakil Ketua) dan Hasanul Bachri (Sekretaris), usai sidang paripurna langsung menemui Machmud di ruangannya untuk menanyakan sejauh mana proses PAW terhadap Musyafak Rouf yang kini ditahan di Lapas Porong telah dilakukan. Sebab ada informasi jika surat PAW tersebut belum diteken oleh ketua dewan.
“Ya, ini keberuntungan bagi PKB. Karena ketua dewan langsung menandatangani surat PAW Musyafak di depan kami,”ungkapnya.
Dengan ditandatanganinya surat PAW Musyafak, DPC PKB Surabaya menganggap proses di dewan untuk sementara tuntas, dan tinggal menunggu proses di Pemprop Jatim. Meski demikian, lanjut dia, pihaknya akan mengawal terus proses PAW tersebut hingga tuntas.
Proses di Pemprop Jatim sendiri bakal memakan waktu maksimal 14 hari. Jika surat PAW dikirim Rabu (10/7) ini oleh Sekretariat DPRD Surabaya, maka paling lambat tanggal 24 Juli 2014 surat tersebut sudah selesai, dan dikembalikan ke DPRD Surabaya. “Jika semua berjalan normal, maka PAW Musyafak akan tuntas akhir bulan ini,” tandas Satuham.
Seperti diketahui, kedatangan pengurus DPC PKB Surabaya ke DPRD Surabaya kali ini adalah yang kesekian kalinya. Mereka menuding dewan sengaja mengulur-ulur waktu. Anehnya, berkas-berkas sudah lengkap, tapi belum diteken oleh ketua dewan.
“Indikasi seperti itu memang ada. Makanya, begitu ada informasi jika surat PAW masih nyanthol karena belum diteken, kami langsung menanyakan hal ini kepada Pak Machmud. Alhamdulillah kemarin langsung di teken di hadapan kami,”paparnya, seraya menambahkan, jika melihat perolehan suara di Dapil 3, maka yang berhak menggantikan Musyafak Rouf adalah M Sa’ifi.
Ditanya soal kader PKB yang layak menggantikan posisi Musyafak sebagai wakil ketua dewan, Hasanul Bahri menegaskan, semua kader yang duduk di Fraksi PKB DPRD Surabaya, seperti KH Naim Ridwan, Mazlan Mansyur, Masduki Toha, M Sa’ifi dan Musyrifah memiliki peluang yang sama.
“Semua punya peluang. Tapi siapa yang dipilih menjadi wakil ketua dewan nanti akan kita rapat plenokan,” tandasnya.
Mengenai sikap dua anggota Fraksi PKB, Masduki Toha dan Mazlan Mansyur yang sempat membangkang ke partai, Hasanul mengaku sudah tidak ada persoalan lagi, kendati mereka sudah mendapatkan surat peringatan (SP) 1.
“Mereka sudah tabayun (klarifikasi) ke DPC dan meminta maaf, serta berjanji akan bekerja baik. Ini kita anggap selesai. Meski begitu, kita tetap memantau tindak tanduk mereka di lapangan, apakah sesuai yang diomongkan atau tidak. Jadi, ini tidak terkait PAW saja, tapi juga soal kedisiplinan dan loyalitas terhadap partai,” tegasnya. (r12/r4)