Ditjen Migas Bangun Empat SPBG Angkutan Umum

Tidak ada komentar 251 views

Salah satu SPBG yang mulai dibangun Ditjen Migas di sejumlah lokasi di Indonesia

Surabaya (DOC) – Pemerintah melalui Dirjen Migas menentukan road map pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) untuk angkutan umum perkotaan 2010-2014. SPBG dibangun untuk mendukung program pengalihan penggunaan bahan bakar dari minyak ke gas. Selain itu, pemeritah telah menetapkan dasar hukum berupa Peratuan Presiden dan Peraturan Menteri untuk mendukung program tersebut.

Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Ditjen Migas, Kementerian ESDM, I Wayan Dharmayudha mengatakan, saat ini di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo akan dibangun empat SPBG.

”Dua diantara empat SPBG tersebut berlokasi di Surabaya dan masing-masing satu diantaranya berlokasi di Gresik dan Sidoarjo,” ujarnya saat Edukasi dan Sosialisasi Pemanfaatan Bahan Bakar Gas untuk Sektor Transpotasi di Surabaya, Rabu (24/10).

Wayan mengatakan, keempat SPBU tersebut masih dalam tahap pembangunan dan konstruksi. “Masih on progress,” ujarnya singkat. Selama ini di wilayah Surabaya hanya ada empat SPBG yang semuanya dikelola swasta. PT CNE memiliki dua lokasi yaitu di Jl. Karang Menjangan dan Jl. Margomulyo serta PT Zebra Nusantara, Tbk di Jl. Berbek Industri dan Jl. Tanjungsari.

Wayan juga mengungkapkan, pasokan gas bumi untuk sektor transportasi di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo masih selama tahun 2012 mengandalkan kepada dua blok migas yang ada di Madura. Keduanya yaitu PHE WMO sebanyak 5,2 MMSCFD dan Santos (Madura Offshore) sebanyak 5 MMSCFD.

Selain pembangunan SPBG, pemerintah juga akan membagikan 1000 unit converter kit yang terdiri dari 500 Converter Kit LGV dan 500 converter kit CNG. “Surabaya akan mendapat 100 unit converter kit CNG yang dibagikan kepada kendaraan dinas dan taksi,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah ini diantaranya ditujukan untuk menggeser bauran mix dari yang sebelumnya 51,7% berupa minyak bumi menjadi hanya sekitar 20% untuk konsumsi minyak bumi pada tahun 2025. Cadangan gas bumi Indonesia per 1 Januari 2011 tercatat ada total 152,89 TSCF. Dari jumlah tersebut yang sudah terbukti sejumlah 104.71 TSCF dan 48,18 TSCF merupakan potensinya.

Mengubah bahan bakar dari minyak menjadi gas bukan hanya berkaitan dengan anggaran subsidi BBM di APBN yang terus membengkak, namun juga demi kepentingan konsumen. Harga CNG saat ini sebesar Rp3.100 LSP (Liter setara Premium). Dengan selisih harga Rp1.400 dengan premium saat ini tentu bisa berpengaruh cukup besar terhadap pengeluaran konsumen untuk konsumsi bahan bakar.

“Kalau dipakai angkutan umum tentu sangat berarti. Dan tentu saja bahan bakar gas lebih ramah lingkungan,” katanya. (k8/r3)