Diundang Generasi Milenial, Emil Kenalkan Milenial Job Center dan Communal Branding

foto : Emil saat dialog dengan generasi millenial di Kediri

Kediri,(DOC) – Pemerintah harus bisa hadir memberikan akses dan peluang bari warga masyarakat, salah satunya kepada pemuda.

Ungkapan ini disampaikan oleh cawagub Jatim, Emil Elestianto Dardak dalam acara Dialog Pemuda di rumah makan Wagu (Warung Gunung) Kediri, Minggu(10/6/2018).

Dalam dialog tersebut, pendamping Khofifah dalam pilkada Jawa Timur memaparkan pemuda memiliki segudang ide yang perlu dukungan pemerintah, dan untuk bisa memahami ide-ide ini tentunya perlu wakil pemuda dalam pemerintahan.

Sudah tidak jamannya menggantungkan pekerjaan dari perkantoran, mencari pekerjaan  dengan mententeng lamaran dari kantor satu ke kantor lainnya. Lapangan pekerjaan saat ini lebih kepada profesional freelance.

“Freelance bukannya pekerjaan serabutan, melainkan mempertajam talenta seseorang dengan dimentori oleh orang yang sudah profesional untuk mencari klien melalui Melenial Job Center. Awal jangan tendensi mencari uang, melainkan mencari pengalaman dengan  mempertajam dan memperkaya kemampuan. Dengan berbagai testimoni kepuasan klien tentunya penghasilan akan mengalir dengan sendirinya,” ujar Emil yang disambut antusias anak milenial kota tahu.

Selain Milenial Job Center, bupati Trenggalek non aktif ini juga memperkenalkan konsep  communal branding.

“Dengan memenuhi standar kualitas, masyarakat dapat membuat produk bersama yang difasilitasi pemerintah,” tutur suami pesohor Arumi Bachsin ini.

Dia  menceritakan dengan komunal branding satu merk dagang batik “Trenggalih” pengerajin batik Trenggalek mampu menjual batiknya di Sarinah Plaza Jakarta, sejajar beberapa batik terkenal lainnya yang sebelumnya belum pernah terpikirkan oleh para pengerajin batik.

Menanggapi  pertanyaan banyaknya dukungan kalangan milenial kepadanya, co-Presiden UCLG Aspac atau asosiasi pemerintah daerah se – Asia Pasifik ini, menjelaskan, dukungan itu diyakininya tidak asal, melainkan melalui latar belakang yang telah dicermatinya.

“Teman-teman muda memberikan responnya bukan karena asal. Memang kita berangkat dari generasi milenial, namun dengan itu tak lantas mereka mau otomatis memberikan dukungan pastinya mereka melihat dulu ada embel-embel apa. Apakah ini karena prestasi ataukah mengenai hal yang lain,” ungkap Emil.

Tentunya kawula muda ini, lanjut Emil, akan menjadi sangat kritis melihat rekam jejak atau apa yang kita tawarkan.

“Ini menjadi hal yang menarik, tadi juga dipertanyakan mengenai kampanye hitam mengenai milenial job center yang salah alamat, isinya mengenai milenial job center ini sudah dimulai di Trenggalek dan hasilnya gagal, padahal ini adalah ide yang segar dan baru.

Hal seperti ini mereka juga tahu, namun mereka tidak segampang itu percaya dan menggali lebih dalam terkait hal ini, tegasnya,” imbuh Emil

Sementara itu Gus Han, Juru bicara Kofifah-Emil yang ikut dalam temu anak muda Kediri,  memuji pemahaman dan pemikiran Emil Dardak yang disampaikan dalam dialog kepemudaan tersebut.

“Saya sangat senang menjadi juru bicara Kofifah-Emil, karena keduanya mempunyai pemahaman-pemahaman yang sangat luar biasa untuk membangun Jawa Timur, bukan menjual garis keturunan atau faktor lainnya. Keduanya mempunyai kualitas dan kemampuan yang memang dibutuhkan Jawa Timur saat ini,” ungkapnya.(r7)