Doodle Batik di Google Untuk Peringati Hari Batik Nasional

Surabaya,(DOC) – Bila Anda membuka halaman Google pada Kamis (2/10/2014) ini, baik melalui PC, tablet, laptop, maupun smartphone, maka Google akan menampilkan doodle khusus memperingati Hari Batik Nasional di mesin pencarinya.

Google doodle itu berupa gambar orangtua dan anak-anak yang memakai busana batik. Bahkan, seorang wanita juga ditampilkan sedang memamerkan sebuah kain batik di tengah orang yang memakai batik tersebut.

Batik yang dikenakan oleh gambar doodle itu beragam, ada dress, kemeja, dan celana. Sungguh memikat hati untuk ikut melestarikan kekayaan seni dan budaya leluhur kita yang sudah diakui oleh UNESCO(United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).

Di laman Wikipedia, sebenarnya hari ini juga merupakan Hari Batik Sedunia.

Hari Batik Nasional dan Sedunia ini sebenarnya tercetus sejak 5 tahun yang lalu – saat PBB mengutus UNESCO untuk menetapkan batik di Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Itulah alasan di balik tercetusnya Hari Peringatan Batik Nasional/Sedunia setiap tanggal 2 Oktober. Sebelumnya, Indonesia telah menempuh proses yang cukup panjang agar batik diakui oleh dunia sebagai warisan leluhur.

Usaha itu pun tak sia-sia, karena pemerintah Indonesia akhirnya mendapat pengakuan refresentatif dari UNESCO soal batik. Diawali dengan proses nominasi batik Indonesia ke UNESCO, 3 September 2008, pemerintah Indonesia harus menunggu lebih dari 4 bulan.

UNESCO akhirnya secara resmi menerima batik adalah warisan asli leluhur Indonesia pada 9 Januari 2009. Sebelumnya, masalah sempat terjadi terkait dengan batik. Malaysia sempat mengklaim batik adalah warisan budaya mereka.

Namun, pemerintah Indonesia langsung tanggap dan bereaksi atas kejadian tersebut, dengan segera mendaftarkan batik ke UNESCO. Berapa bulan setelah diterima UNESCO, tahap selanjutnya yang ditempuh dalam proses pengakuan batik ialah pengujian tertutup di Paris.

UNESCO menggelar pengujian selama empat hari, yaitu pada 11 – 14 Mei 2009. Hal yang ditunggu-tunggu pun tiba. Rabu, 2 Oktober 2009, jadi puncak penantian Indonesia. UNESCO mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar representative Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Lalu, pengakuan UNESCO ditindak-lanjuti oleh Presiden SBY yang mengeluarkan Kepres No 33/2009 – yang menetapkan, bahwa setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Sementara dalam situs resmi UNESCO, tertulis bahwa batik Indonesia mempunyai banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam, dan sejarah itu sendiri. Batik adalah identitas bangsa Indonesia. Batik pun dipercaya menjadi bagian penting seseorang di Indonesia sejak lahir hingga meninggal dunia.(co/r7)