DPC Gerindra Surabaya Siap Klarifikasi Dana Jasmas

Tidak ada komentar 180 views

Surabaya, (DOC) – Pemberitaan terkait penyaluran hibah melalui jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) milik Eddy Rusianto anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Apkindo, diduga sarat penyimpangan. Dana hibah Jasmas berupa alat fogging yang akan diberikan pada beberapa RW di wilayah Dapil 3, pembeliannya disinyalir dimanipulasi.
Dana hibah Jasmas melalui salah satu anggota DPRD Surabaya bernama Eddy Rusianto asal partai Gerindra ini berupa pemberian 2 buah alat fogging ke beberapa ketua RT/RW di beberapa wilayah di Surabaya. Modusnya, dana pembelian di manipulasi dengan cara melibatkan pihak ketiga yang mengaku konsultan perencanaan dengan nama CV. Kevin International.
Nilai proyek Jasmas masing masing ketua RT/RW menerima dana sekitar Rp 44 Juta, lebih yang dialokasikan untuk pembelian 2 unit alat fogging. Berdasarkan informasi yang berkembang, Dana jasmas yang disalurkan oleh Pemkot Surabaya ke masing masing rekening penerima yaitu diantaranya di wilayah Rungkut, Wonokromo, Bubutan dan Jambangan, harus dikembalikan ke konsultan perencanaan jasmas yang ditunjuk oleh legislator tersebut.
BF Sutadi ketua DPC Partai Gerindra Surabaya mengaku bahwa dirinya belum pernah mendapat laporan apapun terkait penyaluran dana Jasmas milik Eddy Rusianto kader Gerindra yang saat ini duduk sebagai anggota legeslatif Surabaya.
“kami memang belum pernah mndapatkan laporan soal itu (penggunaan dana jasmas), untuk itu kami menunggu klarifikasi dari yang bersangkutan agar masalahnyanya bisa semakin jelas dan transparan, sehingga tidak menjadi bahan pemberitaan media, karena tetap akan berimbas kepada nama besar partai kami yang punya misi dan visi anti korupsi,” terang Sutadi saat ditanya media ini via ponselnya.
Namun demikian jika sudah mendapatkan fakta dan bukti yang valid, sebagai pimpinan tertinggi partai Gerindra di wilayah kota Surabaya, Sutadi berjanji akan melaporkan insiden yang terjadi ke aparat hukum.
“Jika ternyata pemberitaan di media itu benar, dan kami mendapatkan fakta dan laporan dari masyarakat, tentu partai akan melaporkan kejadian ini ke aparat hukum terkait, karena sudah melanggar misi partai yang memegang teguh soal sikap anti korupsi” tambah Sutadi. (r4)