DPP Hanura Masih Mengakui Kepengurusan DPC Hanura Surabaya Kubu Agus Santoso DKK

Surabaya,(DOC) – Musyawarah Nasional Luarbiasa (Munaslub) Partai Hanura, Rabu(21/12/2016) kemarin, telah memutuskan Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina Hanura dan menempatkan Oesman Sapta Odang sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura hingga periode berikutnya.

Keputusan Munaslub juga memberi tugas kepada pengurus baru untuk menjadi tim pengurus transisi, guna merevitalisasi partai Hanura mulai dari tingkatan DPP, DPD dan DPC. Disampaikan oleh Agus Santoso, Sekretaris DPC Hanura Surabaya, bahwa kepengurusan DPP kini berstatus domisioner.

Agus yang diundang hadir dalam Munaslub, sebagai  Sekertaris DPC Hanura Surabaya menjelaskan, dukungan dari seluruh DPD se-Indonesia mutlak diberikan ke para pengurus Partai Hanura yang baru ini. Bahkan keputusan Wiranto yang mengundurkan diri sebagai Ketum Hanura disambut dengan baik.

Menurut Agus, seluruh pengurus di tingkat daerah hingga kabupaten/kota  menganggap penempatan Oesman Sapta Odang sebagai Ketum Partai Hanura, adalah keputusan tepat untuk menjalankan amanat partai selanjutnya.

Ia menjelaskan, program selanjutnya adalah pembentukan tim formatur terkait reposisi pengurus DPP yang akan dirumuskan oleh Wiranto dan Oesman. “Status kepengurusan DPP saat ini telah domisioner, karena tim formatur transisi sedang menggodog calon pengurus yang baru, artinya posisi wakil ketua umum dan sekjen juga telah domisioner,” ucap Agus, Kamis (22/12/2016)

Terkait dualisme kepengurusan di DPD Jatim dan DPC Surabaya, Agus menjelaskan bahwa persoalan itu telah dijawab oleh Hari Tulung Siregar bersama Dhimas Wakil Sekretaris DPP di ruang crisis centre.

“Dia mengatakan, sejak tanggal 28 oktober 2016 (saat Wiranto kembali menjabat sebagai ketua umum), artinya posisi wakil ketua umum tidak lagi menjabat Plh, dan itu berarti tidak ada rekom atau SK setelahnya (lewat tanggal itu-red) yang dianggap sah,” kata Agus menirukan Hari Tulung Siregar.

Agus juga menerangkan bahwa dalam sambutannya, Wiranto Ketua Umum Hanura mengatakan jika terkait dualisme kepengurusan, nantinya akan diselesaikan setelah kepengurusan DPP difinitif terbentuk.

Kini Agus mengaku lega dengan hasil Munaslub yang dinilainya telah berpihak kepada kepengurusan DPC Hanura Surabaya yang lama yakni Wisnu Wardhana sebagai Ketua dan Agus sebagai Sekretaris.

“Alhamdulilah, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa semua apa yang kita inginkan sudah tercapai karena DPC kota Surabaya hanya dijalan raya ngagel no.3 yang sah dan diakui oleh DPP, sekarang tinggal menunggu Plt yang baru melalui prosedur yang benar dengan ketua umum DPP baru dan Sekjend DPP yang baru,” katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh Warsito Sekretaris DPD Hanura Jatim, yang turut hadir sebagai peserta Munaslub Partai Hanura 2016 di Jakarta.

“Hasil Munaslub, guna revitalisasi organisasi maka munaslub menyetujui tim formatur kepengurusan transisi DPP yaitu pak Wiranto sebagai ketua tim dan pak Oesman sebagai sekretaris, kalau ada keputusan lainnya, ya silahkan tanyakan kepada yang memberikan info saja,” terang Warsito, seperti yang dikutip oleh spnews.net.

Namun demikian, Warsito tetap mengakui kepengurusan DPC Hanura Surabaya yang sah adalah hasil Muscablub yang menunjuk Edi Rachmat sebagai Ketua DPC. “Tidak ada dualisme, untuk DPC Surabaya yang berlaku adalah SK terakhir hasil Muscablub,” pungkasnya.(r7)