DPRD Jatim Minta Pemerintah Berikan Bantuan Kepada Mantan Napi Teroris

Surabaya (DOC) – Anggota Komisi A DPRD Jatim Husnul Aqib mendorong dan meminta kepada pemerintah untuk memberikan perhatian penuh kepada mantan napi terorisme yang ada di Jatim.

Pasalnya saat reses atau serap aspirasi, para mantan napi teroris di Desa Tenggulung, Sulokuro, Lamongan, Rabu (4/10) mengeluhkan kurang perhatian yang berkelanjutan dari pemerintah baik provinsi dan pusat.

Husnul Akib mengatakan, dengan perhatian penuh untuk kesejahteraan mereka, diharapkan mereka tidak kembali menjadi teroris yang justru merugikan negara.

Para alumni teroris tersebut seharusnya diberi pekerjaan agar bisa menyambung hidupnya. Mereka perlu perhatian penuh karena sudah tobat. Bagaimanapun juga mereka juga punya keluarga.

Ditambahkan Husnul, dengan bantuan yang ada diharapkan bisa menghidupkan ekonomi bagi alumni teroris tersebut.

“Masak saat penutupan lokalisasi PSK dapat bantuan dan diberdayakan, tapi napi teroris tak diperhatikan,” ujar Aqib politisi asal Fraksi PAN Jatim.

Selain itu, Husnul Aqib mengingatkan kepada masyarakat agar waspada terhadap bahaya narkoba karena akan merusak generasi muda.

“Saya sepakat pengedar narkoba adalah teroris . paling jahat, kalau kita diam saja maka suatu saat nanti anak-anak kita akan dimakan narkoba,” ujarnya

Dia mengaku, saat mengunjungi warga Solokuro, pernah mendapatkan cerita bahwa narkoba dari Malaysia sudah masuk di wilayah Solokuro. Diharapkan, semua warga bisa bersama-sama melakukan pengawasan agar bahaya narkoba bisa ditanggulangi. “Marilah kita sama sama mengawasi Karen narkoba itu benar-benar jahat,” tambahnya.

Menurut dia, dari pantauan, sekitar 60 persen narapidana masuk penjara karena terlibat dalam kasus narkoba. Kondisi itu menjukkan kalau bahaya narkoba sudah mengkhawatirkan.

“Saya pernah berkunjung ke Lapas di Madura disana ada anak lima tahun menjadi pengedar narkoba. Mereka tidak tahu dan hanya diperalat oleh bandar narkoba yang hanya mengejar kehidupan mewah,” katanya. (D02)