DPRD Surabaya Kecam Relokasi Pipa PDAM Lambat

Tidak ada komentar 110 views

Surabaya, (DOC) – Belum selesainya proses relokasi pipa PDAM di Balongsari Tama menuai kecaman dari Anggota Komisi  C DPRD Surabaya. Pasalnya, berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan komisi yang membidangi masalah pembangunan itu kemarin, Selasa (23/10), melesetnya target penyelesaian relokasi pipa akibat kecerobohan dari PDAM sendiri.

“Ini menyangkut 200 ribu pelanggan, jadi PDAM seharusnya tidak boleh bertindak gegabah dan ceroboh seperti saat ini,” ujar Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Sachiroel Alim Anwar.

Alim mengungkapkan, dalam proyek yang bekerjasama dengan dinas PU Jawa Timur tersebut, terlihat jelas bila proses relokasi pipa yang dilakukan tanpa didahuli dengan perencanaan yang cermat. Akibatnya beberapa kejadian di luar perkiraan akhirnya mengahambat proses pemindahan pipa. Salah satunya terkait retaknya pipa PDAM yang tidak diketahui sebelumnya.

“Jaringan pipa PDAM yang di box culvert memang sudah tidak layak,  ini salah satu bukti ketidak cermatan PDAM,” terang legislator dari Partai Demokrat (PD) itu.

Menurut Alim, selain faktor kecerobohan yang dilakuka PDAM, molornya pengerjaan juga diakibatkan pembuatan sambungan pipa baru. Dimana untuk melakukan pekerjaan itu, pipa harus dipotong terlebih dahulu.

Oleh karena itu, dirinya menilai sangat wajar apabila kemudian masyarakat marah. Karena berdasarkan sosialisasi yang dilakukan  PDAM, waktu relokasi pipa hanya memakan waktu 2 hari. “Kami tadi mendesak agar proses pengerjaan dipercepat, jika perlu tukang lasnya ditambah biar cepat selesai,” ungkap politisi yang telah menjabat selama dua periode  ini.

Bahkan akibat molornya proses relokasi pipa PDAM itu, lanjut dia, saat ini beberapa elemen masyarakat mulai jadi korbanya. Mulai dari masjid yang kekurangan air hanya buat berwudlu, hingga beberapa rumah sakit di kawasan surabaya yang mengeluh akibat terhentinya pasokan air.

“Saya harap sore ini air sudah bisa kembali normal, karena jika kembali molor saya pastikan banyak warga yang akan menjerit,” tandas Alim.

Senada denga Alim, Anggota Komisi C lainya, Agus Sudarsono, juga mengaku heran dengan proses relokasi pipa yang terjadi di Balongsari Tama tersebut. Menurutnya, dengan usia bangunan yan lebih tua, kenapa harus PDAM yang dikorbankan.

“Itu mas yang membuat saya tidak habis pikir, kenapa PDAM yang mesti dikorbankan,” sesal Agus Sudarsono.

Menurut Agus Sudarsono, sebelum proses relokasi pipa seharusnya digelar rapat koordinasi antara pihak PDAM, Pemprof dan Dinas PU Jawa Timur, termasuk juga harga yang ditawarkan harus lebih tinggi. Kendati dalam proses pengerjaan itu memakai dana dari pusat. Olah keran itu, dirinya menyebut hal itulah sebagai kesalahan utama Dinas  PU.

“Jika memang anggaranya awal misalnya hanya sebesar Rp 200 juta maka harus ditingkatkan karena di proyek tersebut akan melewati instalasi PDAM,” cetus politisi dari partai Golkar tersebut.

Untuk itu, sebagai bahan pelajaran dirinya berharap pemerintah kota harus lebih jeli, sebab gak ada ceritanya bangunan yang lebih tua dikalahkan bangunan baru. Apalagi ini menyangkut hajat hidup ratusan ribu warga Surabaya.(k1/R9)