DPRD Surabaya Peduli Anak Yatim, Buka Puasa Bersama Dan Berbagi Bingkisan

 Advetorial

Surabaya,(DOC) – Momentum ramadhan dimanfaatkan oleh segenap Pimpinan dan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Surabaya beserta staff Sekertaris Dewan(Sekwan) mengundang anak-anak yatim piatu untuk berbuka puasa bersama, Senin(19/6/2017).

Lebih kurang 150 anak yatim piatu dari yayasan Al Salam, Lembaga Nurusshobah dan Cahaya Umai Madani Surabaya, hadir dalam acara buka puasa bersama yang digelar di lobby depan gedung DPRD kota Surabaya, Jl. Yos Sudarso Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Surabaya, Ir. Armudji mengatakan, kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahun di gedung dewan. Selain buka puasa bersama, para anak yatim piatu ini akan mendapat bingkisan lebaran dan keperluan sekolah.

“Ini merupakan agenda rutin DPRD kota Surabaya pada bulan Suci Ramadhan kita mengajak anak yatim untuk berbuka bersama dan memberikan sedikit bingkisan yang mereka butuhkan,” papar Armudji disela acara.

Dana untuk penyelenggaraan acara ini, menurut Armudji, sebagian dari seluruh anggota DPRD kota Surabaya, terutama bingkisan yang diberikan ke masing-masing anak yatim piatu.

“Ada tambahan dari anggota dewan untuk dana acara tersebut dari anggota dewan. Mengingat acara ini adalah kegiatan amal bagi para anggota DPRD setiap setahun,” imbuhnya.

Politisi PDIP Surabaya ini menambahkan, kegiatan sosial ini akan diselenggarakan setiap tahun secara rutin, untuk menggugah keperdulian para wakil rakyat terhadap warga kurang mampu dan anak-anak yatim piatu, agar turut merasakan indahnya bulan suci ramadhan.

“Tujuan kami tidak lain agar mereka merasakan keindahan bulan suci Ramadhan dan bisa merasakan kebahagiaan bersama – sama wakil rakyat,” ujarnya.

Sengaja bingkisan pada lebaran tahun ini, lanjut Armudji, sebagian dirupakan tas, buku tulis dan peralatan sekolah lainnya. Hal ini dikarenakan berdekatan dengan waktu kenaikan sekolah. “Sekarang ini beramaan dengan masuknya sekolah, maka kami berikan bingkisan yang bermanfaat untuk menunjang sekolahnya,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah kota (Pemkot)  Surabaya agar lebih perduli terhadap keberadaan anak-anak yatim piatu dalam memberikan bantuan, terutama yang putus sekolah dan kegiatan di yayasan – yayasan pengasuh. “Sudah disosialisasikan oleh Dinas Sosial penanganan anak-anak yatim, dan saya anggap program-programnya sudah berjalan baik. Apabila mereka ada kebutuhan dan sumbangan-sumbangan itu memang legal sesuai administrasi, itu sudah seharusnya diberikan oleh Dinas Sosial,” pungkasnya.(adv/r7)