DPRD Surabaya Protes Pemutusan Aliran Air PDAM

Tidak ada komentar 186 views

Surabaya (DOC) – Rencana PDAM Surya Sembada Surabaya memadamkan pasokan air ke para pelanggan di sejumlah kawasan menimbulkan rekasi beragam para anggota DPRD Surabaya.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Baktiono justru menyayangkan langkah tersebut, meskipun pemadaman dilakukan karena terdapat  pengerjaan saluran drainase di balong tama. Menurutnya, pemadaman aliran air merugikan warga.

“Patut disayangkan, meski berita telah tersebar ke masyarakat melalui sms, blackberry atau informasi antar warga, yang menghimbau agar mereka menampung air. Tapi jika dilkaukan serentak layann harus dievaluasi” ujar anggota fraksi PDIP ini, Jumat, (19/10).

Ia mengharapkan, pemadaman dilakukan secara berkala dan dengan alas an yang jelas. Jika terjadi perbaikan di daerah tertentu, hanya beberapa daerah sekitar itu  saja yang dimatikan dan dalam kurun waktu yang tidak lama. Apalagi saat pagi hari, dimana aktifitas masyarakat luar biasa. “Di Luar Negeri pengerjaan tdiak menganggu aktifitas. Biasanya dilakan cepat, instans dan pada malam hari. Semestrinya PDAM dimatikan malam hari di saat aktifitas wara rendah” paparnya.

Padahal, lanjut bendahara DPC PDIP Surabaya ini untuk mendapatkan layanan PDAM tdiak gratis. Jika tidak diatur akan merugfikan warga. Meski PDAm menyiapkan 19 armada tangki untuk memenuhi kebuuhan masyarakt, namun, Baktiono menilai tetap tdiak efektif. “pelanggan terbiasa mendapatkan layanan PDAm, kemudian harus geledek (pakai air geledek) gak efektif” tegasnya. Caranya harus di arrange sehingga tdiak dilaksanakan dalam waktu serentak.Para ahli yang bekerja di PDAM semestinya memiliki atensi terhadap hal seperti ini.  Ia menilai kinerja PDAM kurang professional. “orientasinya bukan hanya tingkatkan pendapatan, hal-hjal yang urgen seperti ini juga harus dipikirkan para ahli” katanya.

Sementara, pendapat lain disampaikan anggota Komisi C DPRD Surabaya, Agus Santoso. Ia mengharapakna Masyarakat memahami terhadap  kegiatan yang dialkukan PDAM. “jika tidak direlokasi, yang lain tidak terbangun. Padahal mendekati musim hujan, saluran drainase harus selesai agar tdiak terjadi banjir di kawasan itu” terangnya. Anggota Fraksi Partai demokrta ini menilai, pemadaman aliran air tentu melalui perencanaan matang.”banyak kawasan  terdampak, karena pipa itu besar. Tapi semuanya pasti melewatri kajian” imbuhnya. Ia hanya meminta, armada tangki yang disiapkan PDAM guna memberikan pasokan air ke para pelanggan benar-benar beroperasi. “masyarakat jangan sampai mengeluh, pasokan air menggunakan tanki adlah kompensasi pemadaman yang paptu diteraima” tegas Ketua badan Kehormatan ini.

Senada dengan Agus Santoso, Anggota Komisi D, Masduki Thoha mengapresiasi upaya PDAM yang melakukan sosilisasi ke para pelanggan terlebih dahulu. Namun, ia meminta daerah yang membutuhkan pasokan, segera mendapatkan kiriman.”kemarau orang butruh air luar biasa, jika ada perminta segera dikirim” ujar Sekretaris fraksi PKB. Untuk mengatasi keterbatasan armada, masduki berharap PDAm melakukan kerjasama dengan pihak swasta yang selama ini bergerak di bidang  jasa pengiriman air. Sementara kepada masyarakat, karena sebelumnya telah meneriama sosilisasi dari PDAM, ia menghimbau agar melakukan efisiensi dalam penggunaan air. “Penggunaan air minimal diporioritaskan untuk mandi, wudlu atau keperluan lain yang penting. Untuk cuci, sabtu pakaian dicuci semua, mi nggu libur, paling tidak ini penghematan”, pungkasnya. (K4/R9)