DPT Belum Siap Diumumkan

Tidak ada komentar 189 views

Jakarta, (DOC) – Daftar Pemilih Tetap (DPT) harusnya tidak menjadi permasalahan seperti yang terjadi saat ini. Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang menjadi dasar pemilih Pemilu hanya tinggal dimutakhirkan dari proses pilkada-pilkada yang dilakukan sebelumnya.
Demikian hal ini disampaikan anggota Komisi II DPR Jazuli Juwaini terkait rencana KPU yang menetapkan DPT Nasional pada Senin (04/11/2013). “Saya sangat prihatin dengan persoalan DPT ini, sudah ditunda dua kali pengumuman penetapannya, tapi ternyata belum siap juga KPU,” kata Jazuli, Senin (04/11/2013).
Politisi PKS ini bahkan menuding jika KPU bekerja tidak profesional. Sebab, kerja utama KPU adalah menghadirkan DPT yang valid.
“Ini artinya validitas data masih bermasalah, pertanda KPU tidak profesional. Di antara kerja utama KPU kan sebenarnya menghadirkan DPT yang valid. Dan itu harusnya tidak sulit. Sepanjang lima tahun ini kan terjadi pilkada di hampir seluruh provinsi, semua kan pakai DPT,” cetus mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini.
Dia pun menekankan, bila DPT di pilkada sebenarnya bisa dijadikan rujukan untuk DPT Pemilu 2014. Jazuli juga merasa heran mengapa sampai saat ini persoalan DPT belum juga menemukan titik temu.
“Harusnya DPT pilkada itu juga bisa jadi salah satu rujukan. Lah kalau sampai sekarang DPT masih carut marut. Saya jadi bingung. DPT di pilkada-pilkada itu bagaimana validasinya? Atau bagaimana mengelolanya,” terangnya.
Seperti diketahui, KPU sudah melakukan penundaan sampai dua kali dalam proses penetapan DPT. Alasannya, data pemilih yang dimiliki BPS, Kemendagri dan KPU belum valid.
Sementara Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar menegaskan jika KPU tidak perlu lagi menunda penetapan DPT Pemilu 2014. Pasalnya, apabila ditunda akan berpengaruh terhadap tahapan-tahapan pemilu lainnya.
Politisi Golkar ini menuturkan, tahapan yang bakal terganggu adalah pengadaan logistik pemilu karena harus melalui proses tender, proses lelang yang memakan waktu yang tidak sedikit.
Sehingga, dia menilai kesuksesan pemilu 2014 tanpa kepentingan apapun melainkan untuk kepentingan merah putih dan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
“Oleh karena itu, tahapan pemilu tidak perlu diganggu, tapi ketidak beresan DPT harus dikerjakan. Bagaimana mengerjakannya, yang sudah clear ya sudah, yang belum clear kan ada pengawasan dari Bawaslu,” jelasnya.
Menurut Agun untuk menghadapi semua persoalan ini, semua pihak harus dengan sikap tenang, tidak perlu ragu dan pesimis namun harus tetap optimis.
Dimana, jelas dia, hasil temuan-temuan Bawaslu terdapat daftar pemilih yang belum memenuhi ketentuan Pasal 33 ayat 2 Undang-Undang (UU) 8/2012 yang sedikitnya mencantumkan lima persyaratan harus selesaikan untuk dikerjakan sampai adanya DPT tambahan.
“Di luar DPT tambahan ada lagi DPT khusus, bahkan pada hari H nya pun. Kalau seseorang itu datang 1 x 24 jam, belum juga memiliki surat suara, asal dia memiliki identitas yang jelas itu kan masih bisa dibuka kemungkinan untuk mendapatkan hak nya,” tegasnya.
Lebih jauh dia menambahkan, penetapan DPT harus tetap dilakukan dan perbaikan pun terus berjalan karena sesuai UU ada kewenangan Bawaslu seperti apabila ada orang meninggal harus dicoret, status dari TNI pensiun langsung punya hak pilih dan lainnya.
“Alasan saya yang selanjutnya, untuk tetap ditetapkan karena sukses pemilu itu akan ditentukan pada saat penghitungan pemungutan suara,” cetus Agun.
Dia menjelaskan, DPT adalah daftar yang belum bisa diaplikasikan. Sebab itu, kata dia, penggunakan DPT menggunakan manual bukan teknologi karena DPT ini menggunakan sistem teknologi penghitungan menggunakan manual.
Sehingga, apabila ada formulir C1 dan C2, harus tetap bisa diakses publik serta nantinya di TPS ada satu pengawas Bawaslu yang dahulu tidak ada.
“Jadi, data-data itu relatif dari sisi pengamanan dokumen sudah sangat amat memadai. Bagaimana mau melakukan kecurangan, penyelenggara saja sudah tidak mungkin melakukan kecurangan. Pemilu yang sekarang ini jangan diidentikan dengan pemilu 2009 lalu yang banyak masalah,” pungkasnya. (co/r4)