Dua Lansia Togel Dibekuk Polrestabes

Tidak ada komentar 350 views

Surabaya, (DOC) – Ulah dua Lansia ini tak patut dicontoh. Bagaimana tidak, disaat  kedua kakek tersebut seharusnya bersenda gurau menimang cucu, ternyata mereka justru ketagihan berjudi. Dengan alasan untuk menyambung hidup, Liem Liong (62) warga Jl Panduk II dan Yaptula (63) warga Pasar Besar, mengaku ketagihan judi togel.

Akibatnya, keduanya harus mendekam di tahanan Polrestabes Surabaya setelah tertangkap pada Kamis (04/10/2012). Bersama ditangkapnya Liem, diamankan barang bukti berupa 1 lembar judi togel, 1 lembar rekapan penombok togel, 1 buah bolpoint, 2 ATM BCA yang dipakai untuk menyetor dan menarik uang dari bandar, 2 buku tabungan BCA, 23 buah handphone, 15 slip hasil setoran BCA dan uang tunai senilai Rp 84 ribu.

Dari pengakuan kedua tersangka, bisnis togel tersebut baru dijalankan selama setahun. Karena penghasilan yang diperoleh dari togel bisa dipakai untuk penghasilan tetap atau menyambung hidup. “Judi togel ini saya lakukan karena tenaga sudah tidak bisa diandalkan lagi untuk mencari pekerjaan,” aku Liem.

Akibatnya, dua lansia ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan jeratan dua pasal terkait tindak pidana perjudian, sebagaimana dimaksud dalam pasal 303 KUHP dan Undang-Undang RI 7/1974 tentang penertiban perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sementara Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti menjelaskan, penangkapan bermula saat pengecer togel yakni Yaptula telah diamankan. Ia ditangkap saat berada di rumahnya pada pukul 14.00. Ditangannya petugas menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 200 ribu, 4 handphone dan sebuah ATM BCA yang dipakai untuk melakukan transaksi togel.

“Yaptula inilah yang ditangkap terlebih dahulu. Dia diamankan setelah ada warga yang memberikan informasi kepada polisi,” ucapnya.

Usai dari penangkapan pengecer, pihak kepolisian dari Unit Jatanum Subnit VC (Vice Control) Polrestabes kemudian melakukan pengembangan dengan mengintai pengepul togel yakni Liem Liong di kamar kostnya di Jl Bratang Binangun. “Jadi setelah mengamankan pengecer, oleh petugas dikembangkan. Akhirnya pengecer dan pengepul bisa ditangkap ditempat berbeda,” ujarnya di Mapolrestabes. (K1/R4)