Dua Pelaku Terduga Teroris Bakar Polres Dharmasraya Dengan Panah Api

foto : Kondisi Polres Dharmasraya saat terbakar

Padang,(DOC) – Satintelkam Polres Dharmasraya memerintahkan sejumlah anggotanya untuk melakukan Pulbaket ke Muaro Bungo Provinsi Jambi, terkait pelaku pembakaran Mako Polres Dharmasraya oleh terduga teroris, Minggu(12/11/2017) kemarin.

Hal ini menindaklanjuti informasi dari Anggota Polres Muaro Bungo bahwa foto-foto pelaku yang beredar di media sosial (Medsos), salah – satu pelakunya diduga adalah warga Muaro Bungo.

Dalam kegiatan itu, Kasatintelkam Polres Dharmasraya memerintahkan KBO Satintelkam Ipda Efendi untuk memimpin anggotanya dalam melakukan Pulbaket.

Di Mapolres Muaro Bungo,  tim langsung berkoordinasi dengan Kasatintelkam Polres Muaro Bungo IPTU Sukman, SH.

“Kasatintelkam Polres Muaro Bungo menghadirkan seorang laki-laki,” kata sumber dari kepolisian.

Orang tua tersebut merupakan Anggota Polri Polres Muaro Bungo berinisial MN(50). Ia adalah orangtua dari pelaku pembakaran Polres Dharmasraya.

“Sebelum memberikan keterangan, Orang tua ini sempat melihat foto-foto pelaku pembakaran Mako Polres Dharmasraya,” imbuh sumber tersebut.

Keterangan yang diberikan MN, yaitu salah seorang dari pelaku yang memiliki ciri-ciri rambut panjang tersebut bernama Eka Fitra Akbar yang merupakan anak kandungnya.

“Anaknya(Eka Fitra Akbar,red) tinggal di rumah kontrakan di Pasir Putih Kec. Rimbo Tengah Kab. Bungo, bersama anak dan istrinya,” papar sumber itu menirukan MN.

Kesehariannya, pelaku ini berjualan Es tebu di Jl. Diponegoro samping Lrg. H. Fahrudin. Pasca kejadian, anak dan istri Eka berada di rumah MN.

“Anaknya(Eka Fitra Akbar), pernah bercerita kepada orang tua perempuannya bahwa dirinya ingin berjihat ke Suriah,” kata sumber itu, menirukan keterangan MN.

Pelaku terakhir kali meninggalkan rumah pada hari Sabtu tanggal 11 November 2017, sekitar pukul 18.30 Wib.

“Pergi dengan berjalan kaki dan tidak ada meninggalkan pesan-pesan kepada orang tua maupun istrinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat Irjen Pol Fakhrizal mengaku telah mengantongi identitas kedua pelaku yang diduga terlibat dalam pembakaran Mapolres Dharmasraya pada Minggu (12/11/2017) dinihari.

“Pelaku dua orang, yaitu Eka Fitra (24) dan Enggria Sudarmadi (25). Keduanya berasal dari Provinsi Jambi,” katanya di Padang, Minggu(12/11/2017).

Eka Fitria berasal dari Kota Bungo Jambi dan Enggria dari Merangin Provinsi Jambi. Jasad kedua pelaku itu saat ini sedang dalam perjalanan dari Dharmasraya ke Kota Padang.

“Jasad kedua pelaku akan kami identifikasi untuk mendalami persoalan ini. Kami juga telah berkoordinasi dengan Densus 88 dan BNPT untuk menentukan apakah ini merupakan serangan dari teroris,” kata dia.

Fakhrizal menyebutkan, pihaknya telah menghubungi keluarga kedua pelaku ini untuk dimintai keterangan terkait aktivitas kedua pelaku sebelum terlibat dalam aksi tersebut.

Terkait penyebab kebakaran, pihaknya masih menunggu penyelidikan dan keputusan Labfor untuk mengetahui detail penyebab kebakaran yang menghanguskan bangunan utama Polres tersebut.

“Apakah mereka membakar menggunakan bom atau bahan lain, kita masih belum dapat menentukan karena masih dalam penyelidikan,” ujar dia seperti dikutip dari Antara.

Fakhrizal mengatakan, kedua pelaku ini masuk melalui pintu belakang Polres Dharmasraya dan melakukan pembakaran. Sementara petugas yang berjaga di Polres itu di pintu depan.

“Petugas kita berjaga maksimal. Terbukti ketika ada kepulan asap, mereka langsung menghubungi pemadam kebakaran,” kata dia.

Terpisah, informasi yang beredar di internal kepolisian, kedua pelaku terduga teroris ini bukan hanya membakar Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat, namun juga membakar Rumdin Kapolres dan sejumlah kendaraan dinas.

Pelaku berhasil ditembak mati, setelah semuanya habis terbakar. Pelaku membakar target dengan menggunakan panah api. Saat evakuasi polisi menemukan ban dilengan pelaku ISIS dan mengamankan barang bukti berupa 1 Busur Panah, 8 Buah Anak Panah, 2 buah Sangkur, 1 Bilah Pisau Kecil, 1 buah Sarung tangan warna hitam, 1 lembar kertas yang berisika Pesan Jihad dari “Saudara Kalian ABU ‘AZzam Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah”.

Salah satu terduga teroris, Eka Fitra Akbar diisukan gemar bermain gitar dan teman facebook gitaris band hard rock dan heavy metal Indonesia.(ut/wat/r7)