Dua Pengurus KUB Cahya Ditahan, Dianggap Merugikan Negara Lewat Penyaluran Dana Hibah

foto : 2 Orang Pengurus KUB Cahya turun dari ruang Pidsus, usai menjalani pemeriksaan dugaan penyelewengan dana hibah tahun 2014

Surabaya,(DOC) – Dua orang pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cahaya, yaitu Heri dan Sugeng, mengalami nasib sial. Kedua orang tersebut menjadi tersangka kasus korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun anggaran 2014 lalu dan ditahan oleh tim penyidik pidana khusus(Pidus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Jumat(13/10/2017) sore.

Sebelumnya, kedua tersangka ini, telah mengembalikan uang hibah yang dianggap sebagai kerugian negara senilai Rp 198 juta.

Dari pantauan di Kejari Surabaya, Keduanya ditahan usai penyidik menetapkannya sebagai tersangka. Mereka menjalani pemeriksaan yang cukup lama dan sekitar pukul 16.05 WIB, Jumat(13/10/2017), kedua orang itu ditahan.

“H dan S, tersangka korupsi dana hibah tahun 2014 ini kami tahan selama 20 hari kedepan,” kata Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, Jum’at (13/10/2017).

Didik menjelaskan, Kerugian keuangan negara yang telah dikembalikan kedua tersangka tidak akan menghentikan kasus ini. “Sesuai pasal 4, pengembalian kerugian tidak menghapus pidana,”sambungnya.

Seperti diketahui, Pada 2014 lalu, KUB Cahaya mengajukan proposal ke Pemkot Surabaya untuk pengadaan mesin percetakan sebesar Rp 198 juta.  Dana tersebut dicairkan sesuai dengan proposal yang diajukan KUB Cahaya.

Namun, ternyata harga mesin percetakan itu tak sesuai dengan dana yang dicairkan. Harga mesin tersebut hanya Rp 178 juta yang dibeli KUB Cahaya dari Paijo, pedagang mesin percetakan. Sedangkan sisa uang sebesar Rp 26 juta itu dibagi-bagikan ke pengurus KUB Cahaya, yang masing-masing orang mendapat dua juta rupiah.

Ironisnya lagi, ternyata sejak dibeli oleh KUB Cahaya pada tiga tahun lalu, mesin tersebut tak kunjung dikirim, dengan dalih belum dilunasi oleh KUB Cahaya.

Tak hanya itu, KUB Cahaya ternyata juga fiktif dan tidak pernah ada. Pengurus KUB Cahaya hanya dipinjam KTP oleh kedua tersangka.

Nah, ditengah proses penyidikan, kedua tersangka akhirnya mengembalikan uang yang telah dicaploknya itu ke penyidik Pidsus Kejari Surabaya.(pro/r7)