Dukung Mobil Listrik, PT PLN Bangun 88 SPLU

Surabaya (DOC) – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, membangun 88 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk mendukung program pemerintah menggalakkan penggunaan mobil listrik.

Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo mengatakan, dari total 88 SPLU yang sudah bisa dimanfaatkan, Kota Surabaya menjadi salah satu wilayah yang belum mendapatkan fasilitas tersebut. “Sampai saat ini di beberapa wilayah ada 80 an SPLU yang kita pasang, Tapi di Surabaya belum ada, kalau di Banyuwangi, kita ada delapan titik di 16 area,” terang Pinto,

SPLU tersebut, telah dioperasikan PLN Jatim sejak Mei 2017. Namun tidak secara serentak dilakukan, karena disesuaikan dengan insfrastruktur dan kebutuhan masing masing wilayah. Tapi bagaimana kondisi SPLU tersebut ketika mobil listrik belum ada secara merata di Jatim. Pinto mengungkapkan bukan berarti tidak dipergunakan atau menganggur karena saat ini SPLU tersebut dimanfaatkan oleh pusat-pusat Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Sudah bisa langsung diugunakan, meskipun Jawa Timur belum ada mobil atau motor listrik, pusat-pusat PKL. Yang memanfaatkan untuk penerangan standnya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jumlah daya yang disediakan pada masing masing SPLU mencapai 5500 kW disetiap pusat listrik. Sedangkan harganya kata Pinto, sesuai dengan aturan, yakni sebesar Rp1500 per kWH. “Untuk lampu 5 watt, perlu 20 jam bayar Rp 1500, kalau kemarin itu yang sepeda motor 3 kWH sama dengan Rp 4500 itu bisa menempuh 90 kilometer,” katanya.

Dua Program Menguntungkan
Dua program menguntungkan yang ditawarkan PLN, bagi pelanggan baru maupun lama yakni Gebyar Kemerdekaan 2017 dan Program Paket Bhineka akan segera berakhir. PLN mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan program nasional ini. “Masyarakat masih bisa menikmati program Gebyar kemerdekaan tersebut sampai 21 September 2017,” tutur Pinto.

Data yang berhasil dihimpun PLN Distribusi Jatim menyebutkan bahwa animo masyarakat dalam menyambut program ini sangat positif, terbukti PLN mampu melampaui target, bahkan hingga dua kali lipat sebelum tanggal promosi berakhir. “Targetnya 4 ribu kita sudah lebih dari 8 ribu,” imbuhnya,
Dalam program ini lanjut Pinto potongan biaya sebesar 17% untuk permohonan dan pembayaran biaya penyambungan (BP) pasang baru dilakukan tanggal 8 Agustus hingga 21 September 2017, dengan daya mulai 450 Volt Ampere (VA) hingga 197 kilo Volt Ampere (kVA).

Sementara itu, untuk program paket Bhineka, PLN memberikan keringanan pembayaran dengan cara cicilan, bagi pelanggan yang akan melakukan tambah daya dari 450 VA hingga 197 kVA. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena program ini masih terus berlanjut hingga akhir tahun 2017. paket Bhineka tersebut, pelanggan dapat mengangsur biaya penyambungan dengan cicilan 3 sampai dengan 12 kali tanpa bung.(D02)